We have 137 guests and no members online
Lontaran pujian dari orang-orang, tak lantas membuat gadis ini besar kepala. Dibiayai sampai dapat menjejakkan kaki di negeri Paman Sam? Dia pun tak pernah menyangkanya.
Lontaran pujian dari orang-orang, tak lantas membuat gadis ini besar kepala. Dibiayai sampai dapat menjejakkan kaki di negeri Paman Sam? Dia pun tak pernah menyangkanya.
Masih belia, sudah peduli terhadap keberadaan budaya daerahnya. Waktu menuntut ilmu pun ia relakan, demi mengetahui seluk beluk suatu tradisi. Mungkin memang pencinta tradisi, karena ia suka menari juga.
Pepatah bersakit – sakit dahulu, bersenang – senang kemudian memang benar adanya. Hal ini dibuktikan oleh salah satu gadis berkacamata yang beberapa waktu lalu, berhasil memenangkan lomba penelitian nasional dan meraih emas.
Beberapa waktu lalu, Cok Laksmi Pradna Paramita atau biasanya dipanggil Cok Ami dengan penuh rasa ingin tahunya meneliti sebuah kearifan lokal khas Bali. Bersama temannya, Intan Apsari, mereka berhasil mendapatkan Juara pertama dalam lomba penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan di Indonesia bidang ilmu pengetahuan kebumian dan maritime dengan judul penelitian Evaluasi pemanfaatan fitoplankton Melosira sp, nitzschia sp dan Navicula sp di perairan Bali dan Lombok sebagai sumber antibiotika
Berawal dari karya tulis, perjalanannya saat ini mencapai puncaknya. Puncak dari segala keringat, senyum serta abdinya untuk satu. Abdinya untuk Indonesia, dengan gaya meremaja.
Diantara sekian banyak ekstrakulikuler di SMA 3 Denpasar, I Made Yana Priyatna memilih untuk bergabung dalam Madyapadma. Pilihan tersebut tentu disertai dengan alasan, yaitu karena ingin melanjutkan bakat yang ia miliki di bidang karya tulis yang ditekuni di bidang SMP. “Saya dulu pernah menjuarai Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tingkat nasional, dan mendapatkan emas.” Sayangnya, selama SMA Yana belum pernah menjuarai lomba penelitian. Namun, hal itu tidak membuat Yana berkecil hati. Justru kekalahan tersebut membuat dia semangat untuk mencoba. “Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu seberapa jauh kemampuan kita.” Selain karya tulis, Yana juga ingin mencoba membuat film.
We have 137 guests and no members online