We have 235 guests and no members online
Emansipasi wanita telah berhasil didobrak oleh sosok yang tak lain ialah RA Kartini. Wanita hingga kini berkedudukan sejajar dengan para pria yang dahulu posisinya amat menonjol. Pada masa lampau, wanita seakan dikelilingi pagar-pagar besi yang bila disentuh dapat membakar jiwa. Di masyarakat, peran dan aktivitas mereka sangat terbatas. Bukan main, sedikit pergerakan saja mereka diperlakukan secara tidak adil bahkan tergolong kejam. Caci maki menghantam psikis wanita yang sesungguhnya amat mulia. Ketika keberadaannya belum mendapat pengakuan yang berarti, wanita tak punya banyak kuasa. Kepala tertunduk, berderai air mata, patuh pada perintah yang mengarah kepadanya.
