Seorang duta. Apa yang ada dibenak teman-teman sekalian mendengar atau membaca kata ‘Duta’? Seorang Public figure? Model? atau seorang pembicara? Opini tersebut mungkin tidak salah. Duta yang sering kita lihat di masyarakat sosial dan sebuah organisasi adalah seseorang yang ditunjuk untuk menyampaikan aspirasi dari sebuah organisasi dan ditunjuk untuk membantu urusan tertentu, misalnya dalam aspek edukasi, pengembangan, hingga promosi. Melihat potensi yang dimiliki menjadi seorang duta, menjadi peluang besar untuk bergelut di dunia public speaking.
Namun, menjadi seorang duta tidaklah mudah dan sepele. Dalam menjalankan tugasnya, seorang duta akan mengikuti kebutuhan pada suatu bidang yang ditekuninya. Pertama sebagai seorang edukator. Seorang duta punya tugas untuk menjadi edukator. Duta diberi tugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas berkaitan dengan bidang yang digeluti. Kedua, mempersuasi masyarakat. Seperti contoh Duta Bahasa yang memiliki tanggung jawab untuk mengajak masyarakat agar memiliki kebiasaan membaca setiap hari dan mengedukasi pentingnya kemampuan literasi. Ketiga, sebagai seorang public figure. Sebagai duta, seseorang harus memiliki semangat belajar yang tinggi dan terus berupaya mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang berkualitas.
Satu hal yang juga tak kalah penting yaitu perlu memiliki kemampuan memecahkan masalah untuk mengatasi berbagai masalah maupun tantangan yang dihadapi terkait bidang yang ditekuni. Sebagai contoh, Duta Bahasa Daerah dihadapkan dengan kondisi masyarakat yang memiliki minat menggunakan bahasa daerah yang rendah. Maka, ia diharuskan dapat berpartisipasi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut melalui program-program kreatif yang dilakukan.
Dengan beban dan tanggung jawab yang besar, menjadi seorang duta tentu mendapat banyak benefit. Selain melatih skill di bidang public speaking dan bahasa. Menjadi seorang duta juga dapat melatih kepercayaan diri serta meninggalkan jejak prestasi yang membanggakan. Dengan demikian banyak para remaja yang berlomba-lomba ingin menjadi seorang duta.
Salah satu nya Dewa Ayu (15), remaja dengan penuh talenta dan semangat mengikuti pemilihan duta KSPAN Trisma 2023/2024. Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba atau yang dikenali dengan KSPAN merupakan sebuah organisasi yang dibentuk dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan penggunaan Narkoba dalam masyarakat terutama kalangan remaja. KSPAN adalah sebuah kegiatan untuk memaksimalkan peningkatan aspek afektif dan psikomotor siswa dalam kepedulian terhadap HIV/AIDS.
Selasa, (12/12) KSPAN SMAN 3 Denpasar mengadakan pemilihan Duta KSPAN di Gedung Widyaka Budaya SMAN 3 Denpasar. Dengan melanjutkan langkah duta terdahulu, Dewa Ayu (15) memiliki program visi dan misi mewujudkan siswa peduli AIDS dan narkoba yang berintegritas dan profesional agar terhindar dari HIV/AIDS dan narkoba dan mengembangkan dan mengoptimalkan program kerja KSPAN Trisma.
Setiap ajang pemilihan duta tentu memiliki kriteria tersendiri. Namun, umumnya terdapat tiga kriteria dasar yang menjadi penilaian apakah seseorang tersebut layak menjadi ikon tersebut. Kriteria duta yang ideal mencakup Beauty, Brain, dan Behaviour. Ini berarti, seorang calon perwakilan tidak hanya berparas rupawan, melainkan juga memiliki kecerdasan dan berkelakuan yang baik.
Seorang calon duta idealnya senantiasa menanamkan kebaikan dengan landasan yang tulus dan keikhlasan. Jangan hanya berbuat baik karena menginginkan sesuatu atau sebatas pencitraan, melainkan harus berangkat dari panggilan jiwa. Menjadi duta tidak semata-mata karena kita cantik, putih dan tinggi, tapi juga harus punya kepribadian yang baik, inilah yang paling penting. Kecantikan yang tidak diimbangi dengan kepribadian dan kemampuan, maka hanya akan menghasilkan kecantikan yang semu.

