Ajang dispensasi selama sebulan penuh dari pelajaran di kelas untuk persiapan para siswa peserta OSN (Olimpiade Sains Nasional) alias Karantina, seringkali menjadi perdebatan diantara kalangan guru dan siswa. Di saat siswa sudah melakukan persiapan olimpiade ini sejak bulan-bulan sebelumnya, keberadaan Karantina dianggap tidak terlalu diperlukan. Kurun waktu satu bulan terlalu lama untuk sebuah dispensasi yang hasilnya masih tak pasti.
Guru sebagai pendidik kerap mengeluh tentang masalah dispensasi siswanya. Hilang dari kelas selama sebulan membuat guru menjadi kesulitan dalam memberikan nilai dan juga mengejar ulangan-ulangan yang tertinggal. Orangtua pun kerap melarang anaknya menjalani Karantina, sebab mereka takut nilai anaknya akan turun drastis akibat absen yang berkepanjangan dan berujung ke tidak lolosnya SNMPTN. Apalagi, mengikuti Karantina tidak menjamin medali dapat diraih
Padahal, Karantina dapat menjadi jembatan untuk meniti jalan menuju medali apabila dijalankan dengan tekad yang kuat dan sungguh-sungguh. Karantina mau tak mau mengarahkan kita untuk fokus pada bidang yang kita minati. Mengingat saingan yang terjun ke arena bukanlah orang-orang sembarangan, melainkan orang-orang terpilih dengan bakat dan kecerdasan yang luar biasa.
Oleh karena itu, Karantina tentulah penting dan sangat diperlukan. Segala konsekuensi yang nantinya akan kita terima pasti tak akan sebanding dengan banyaknya manfaat yang kita dapatkan. Ada beribu lomba selain OSN yang bisa menghantarkan kita mencapai kesuksesan. Dengan terjun di Karantina, persiapan kita dalam menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya pasti akan lebih matang.
Usaha tak akan mengkhianati hasil. Terlepas dari berhasil atau tidaknya kita meraih medali yang diimpikan tersebut, Karantina pasti memiliki dampak positif di kehidupan kita nanti. Toh pada akhirnya, kita hanya akan fokus pada satu bidang atau jurusan saja di masa depan. Fokus pada minat dan bakat sejak dini tentu akan membuka jalur bunga menuju impian kita. (mp)

