Setelah berbulan-bulan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara daring, kini para pelajar dihadapkan dengan Penilaian Akhir Semester. Untuk pertama kali SMAN 3 Denpasar siap adakan PAS dengan LMS secara daring dirumah masing-masing diikuti oleh seluruh siswa-siswinya.
Penilaian Akhir Semester (PAS) di SMAN 3 Denpasar nampaknya akan segera di mulai. Sama seperti beberapa bulan lalu, PAS kali ini dilaksanakan secara online karena pandemi yang belum juga berakhir. I Putu Agus Edi Suputra (34), “Kegiatan PAS yang diadakan di sekolah tahun ajaran ini merupakan yang kedua kalinya menggunakan learning management system (LMS) secara daring yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 10-12,” ujar salah seorang pengajar bidang TIK di SMAN 3 Denpasar saat diwawancarai via daring pada 22 November 2020. Memang benar SMAN 3 Denpasar pernah melaksanakan PAS pada bulan November 2019, sebelum pandemi Covid-19. PAS saat itu dilaksanakan menggunakan LMS sekolah tetapi dilaksanakan di Lab Komputer sekolah yang terbagi ke dalam beberapa sesi. "Namun, tahun ini karena Covid-19 PAS akan diadakan di rumah masing-masing,” ujar Agus Edi. Beliau mengaku sangat antusias karena ini adalah kali pertama di SMAN 3 Denpasar mengadakan PAS dengan LMS yang dilaksanakan secara daring dirumah masing-masing, yang mana diikuti oleh seluruh siswa di hari yang sama tetapi dibagi dengan beberapa sesi.
Para pelajar tentunya butuh persiapan ekstra menyambut PAS tahun ini. Seperti yang disampaikan I Gusti Ngurah Bagus Picessa Kresna Mandala (17), “Saya sedikit gugup karena online dan merasa ilmu yang dapat masih kurang apalagi materi yang diberikan hanya berupa PowerPoint ataupun video yang tidak ada interaksi secara langsung." Demi kesiapan masing-masing, para pelajar tentu harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum harinya tiba. Tak jarang siswa bahkan sudah menyiapkan diri dari jauh hari. Ada siswa yang tengah mempersiapkan PAS sejak akhir penilaian tengah semester. Seperti Dewa Bagus Martsetya (17) "Persiapan ini berasal dari kegiatan belajar mandiri dan pengerjaan beberapa soal yang kemungkinan akan diujikan." Belajar mandiri yang biasa dilakukannya adalah menonton beberapa video pada media online dilanjutkan dengan melakukan pencatatan poin-poin pentingnya. Kemudian diakhiri dengan pengerjaan beberapa soal. “Karena saya juga mengikuti bimbingan belajar maka hal ini juga menjadi pelengkap dari kesiapan yang saya jalani,” ujar remaja yang bersekolah di SMAN 3 Denpasar itu. Hal serupa dikatakan oleh Made Sandy Widhi Raharja (17), “Persiapan saya yaitu dengan belajar untuk mencicil materi dan mengikuti kegiatan bimbel serta latihan soal bersama teman.”
Untuk pelaksanaan PAS di SMAN 3 Denpasar sendiri akan dilaksanakan melalui e-learning atau LMS SMAN 3 Denpasar. Situs tersebut akan dapat diakses oleh peserta melalui PC, Laptop, atau Handphone masing-masing dengan catatan menyiapkan koneksi internet. "Jadi mereka mengakses e-learning atau LMS SMAN 3 DPS kemudian mengerjakan soal sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan,” ujar Agus Edi. Para pelajar pun mengakui PAS kali ini cukup berbeda dari PAS sebelumnya. Seperti yang disampaikan Martestya, “Perbedaan PAS kali ini menggunakan web sekolah sebagai wadah pengerjaannya. Tentunya hal ini memberikan dampak yang lebih baik ketimbang ketika memakai google form seperti semester lalu. Sebab, web sekolah memberikan kompleksitas yang lebih daripada google form.”
Mengakomodasi segalanya secara online, tak heran apabila kesulitan timbul saat menyiapkan PAS ini. Kemampuan server yang belum bisa mengakomodasi seluruh siswa sejumlah 900 siswa untuk satu kali ujian secara bersamaan menyebabkan PAS kali ini dibagi menjadi 5 sesi. "Dimana kelas 12 terpisah menjadi 2 sesi, kelas 11 juga 2 sesi, dan kelas 10 hanya 1 sesi guna menstabilkan kemampuan dari server PAS itu sendiri,” ujar Agus Edi. Untuk kedisiplinan siswa pun menimbulkan sedikit kesulitan yaitu untuk meminta seluruh siswa melakukan uji coba LMS agar bisa mengetahui cara kerja sistem. Namun, dari segi pelajar nampaknya minim kesulitan dalam persiapan untuk menghadapi PAS. “Kesulitan sih tidak ada cuma kadang internet yang kurang stabil dan server mungkin tiba-tiba down sehingga perlu persiapan mental ketika kendala itu muncul,” ujar Picessa.
Pelaksanaan PAS menggunakan e-learning sekolah secara daring merupakan yang pertama kalinya di SMAN 3 Denpasar. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran karena siswa tidak akan bisa dipantau secara langsung karena pengerjaannya di rumah. "Tapi tetap saja kita pihak sekolah maaupun panitia berharap siswa dapat disiplin untuk mengikuti PAS sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” ujar Agus Edi. "Kekhawatiran saya juga listrik. Kalo seandainya listrik mati ya otomatis server juga mati. Jadi server tidak bisa mengirimkan maupun menerima data PAS ke siswa. Kemudian juga infrastruktur dari server itu sendiri. Kalo seandainya server menghadapi kendala seperti mati, rusak, dan sebagainya, maka pasti PAS tidak bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Agus Edi.
Meskipun dilaksanakan daring, hal ini diharapkan tak mengurangi esensi dari pelaksanaan PAS. Pelajar memang harus mempersiapkan diri lebih matang lagi, tetapi mungkin ini adalah yang terbaik untuk saat ini. “Harapan saya untuk PAS kali ini adalah dapat terlaksana dengan baik, terintegritas, jujur, dan siswa dapat mengerjakan secara disiplin, mandiri, serta sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Saya harap seluruh siswa dapat mengikuti dengan baik,” ujar Agus Edi. (mo/scy)

