Jumat (18/10), GOR Ngurah Rai Denpasar riuh sorak sorai penonton liga kompetisi DBL. Malam itu, tribun dihiasi ratusan penonton yang setia mendukung sekolahnya masing-masing. Tim basket SMAN 3 Denpasar menjadi salah satu pembuka ajang ini usai tampil di hari pertama.
Kompetisi basket antar pelajar yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya kembali hadir. Honda DBL With Kopi Good Day 2024 Bali resmi memulai kompetisi pada Jumat, 18 Oktober 2024. Berbagai sekolah turut berpartisipasi baik pada basket putra, basket putri, basket 3x3, maupun ajang dance competition. SMAN 3 Denpasar tak lupa untuk mendaftarkan diri tahun ini. Meski sempat terpuruk pada tahun sebelumnya, tim basket Trisma mampu membuktikan mutunya usai menang 24-19 dari tim basket SMA Dwijendra Denpasar.
Kemenangan ini menjadi catatan awal yang baik untuk tim basket Trisma. Meski masih banyak yang perlu dikoreksi kedepannya agar mampu mencapai level yang lebih tinggi. “Mereka mainnya masih kelihatan kurang tenang, masih demam panggung,” pendapat Gung Ratu (17) selaku Ketua Ekstrakurikuler Basket Putri Trisma 2023/2024. Sebagai orang yang tak asing dengan panggung basket, Gung Ratu menyampaikan harapannya agar kedepannya hal-hal kecil seperti ini bisa dievaluasi. Di samping itu, ia mengakui permainan yang disajikan tim basket Trisma (Triball) memang lebih apik dari tahun sebelumnya.
Hasil yang baik tentunya tak terlepas dari latihan yang sama kerasnya. Darma Wiradana, Ketua Basket Putra Trisma 2024/2025 yang juga berpartisipasi dalam DBL tahun ini menguraikan usaha timnya. “Latihan rutin dilakukan sejak dua bulan lalu, mulai dari latihan fisik, latihan pola, dan latihan fundamental,” jelas remaja bernama panggung ‘Wiradana’ ini. Ia mengaku senang dengan hasil pertandingan terakhir, karena di tahun ini tim basket Trisma mampu melangkah maju dibanding tahun lalu yang mesti terhenti di babak 32 besar. Meski mendapatkan hasil yang memuaskan, Darma Wiradana harus mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki dari segi permainan timnya. “Kita masih kurang dalam hal defense atau bertahan dan ini yang perlu ditingkatkan di pertandingan selanjutnya,” keluh Darma Wiradana. Kendala seperti pemain yang berhalangan hadir saat latihan juga berdampak pada kekompakan timnya. Kali ini, performa tim lawan yang terlalu mengandalkan pemain kunci menurutnya menjadi salah satu faktor keberuntungan tim basket Trisma.
Kemenangan dari Basket Trisma ini tak hanya dari faktor tim, tetapi juga dengan dukungan sekolah. “Tahun ini sekolah lebih mendukung kegiatan DBL dibanding tahun lalu, mungkin karena sebelumnya terbentur kegiatan piodalan sekolah,” urai Gung Ratu. Ia merasakan kurangnya dukungan sekolah secara langsung tahun lalu. Meski begitu, imbauan sekolah untuk mendukung mereka yang berlaga di DBL pada tahun ini merupakan peningkatan apresiasi yang semestinya dilakukan. Kedepannya sekolah mesti lebih memperhatikan dan mendukung mereka yang akan berlaga di kompetisi apapun karena tujuan akhirnya tentu untuk mengharumkan nama lembaga. Bersamaan dengan dukungan yang diberikan oleh sekolah, tim basket Trisma diharapkan mampu melangkahkan diri lebih jauh dalam liga kompetisi DBL tahun 2024. (kay/nda)

