“Setiap anak akan menyelesaikan sekolah, melanjutkan universitas dan dunia kerja. Artinya, teknologi ikut menyertai,” ungkap Antonia Mandry yang bekerja di Kantor Regional UNICEF Asia Timur dan Pasifik.
Menurut Antonia, tujuan teknologi menyertai anak, bukanlah membuat anak mengenal teknologi. Namun untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia. Antonia menyampaikan hal itu di sela-sela kunjungan delegasi UNESCO dan UNICEF pada acara Gateways Study Visit 2024 di SMA Negeri 3 Denpasar, Rabu (2/10). Acara diselenggarakan oleh UNESCO dan UNICEF. Tujuan acara Gateways Study Visit 2024 untuk mempromosikan penggunaan teknologi dalam pendidikan dengan tema “Beyond Tech Intervention: Navigating Indonesia’s Education Transformation”. Trisma (SMA Negeri 3 Denpasar) dipilih sebagai contoh institusi pendidikan yang telah mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. UNESCO ingin melihat secara langsung bagaimana teknologi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Serta yang akan mendorong penerapan teknologi dalam pendidikan yang lebih canggih lagi.
“Teknologi adalah alat untuk membantu semua orang muda meraih hak mereka atas pendidikan dan digunakan impian masa depan mereka,” ujar salah satu delegasi bernama Antonia Mandry ketika diwawancarai oleh Tim Madyapadma. Masih menurut Antonia, teknologi berperan sebagai alat yang sangat kuat dalam membantu meraih hak mereka atas pendidikan dan impian masa depan. Ada banyak alat - alat teknologi yang digunakan untuk menunjang kegiatan sekolah. Satu diantaranya seperti kalkulator dan ponsel yang sering genggam setiap hari ini.
Namun menurut Winner Jihad Akbar, S.Si.M.Ak selaku Direktur Direktorat SMA berpendapat bahwa teknologi tidak hanya dilihat berbentuk sebuah alat. Tetapi juga dapat dilihat dalam sisi cara kerjanya. Seperti halnya kalkulator yang sering digunakan sebagai alat menghitung. Namun tidak dapat menghitung data dalam jumlah yang banyak hanya dengan menggunakan kalkulator. Maka dari itu, ada inovasi teknologi bernama Excel. Excel dapat mempermudah dalam penyelesaian masalah menghitung data - data yang banyak dan rumit. “Di situ ada problem solving Excel yang lebih hebat dibanding kalkulator,” kata Winner Jihad.
Di samping teknologi yang dapat menjadi alat dan mempermudah cara kerja manusia, tak menampik kita akan memanfaatkan keberlangsungan teknologi dalam pendidikan kita. Seperti siswa - siswi SMA Negeri Denpasar yang sering melakukan penelitian inovasi teknologi dan memenangkan kejuaraan tak hanya di kancah nasional, namun hingga kancah internasional. Ketika melihat pameran - pameran inovasi teknologi siswa - siswi Trisma, Antonia Mandry mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan inovasi yang dihasilkan. “Saya pikir, mereka menunjukkan kepemimpinan dan, kecerdasan dan kreativitas dan inovasi. Jadi ya, saya harus mengatakan, saya menyukai semuanya,” ungkap Antonia. Bagi Antonia keterampilan digital semakin penting bagi kaum muda saat ini. “Lewat teknologi dapat menjadi penggerak perubahan. Dan para siswa yang dapat menggerakkan perubahan itu sendiri,” tambah Antonia.
Tak hanya Winner Jihad Akbar dan delegasi UNESCO dan UNICEF yang respon positif. Guru SMA Negeri 3 Denpasar sekaligus Ketua Panitia Lokal SMAN 3 Denpasar acara Gateways Study Visit 2024, I Made Gede Sukawijaya, mengaku bangga melihat Madyapadma dan KIR menampilkan pamerannya. KIR menampilkan hasil-hasil penelitian. adapun Madyapadma menampilkan ketujuh website yang dimilikinya, 131 judul buku yang telah diterbitkan selama ini, streaming siaran MPTV yang mewawancarai beberapa delegasi di studio mini MPTV dan pameran hasil-hasil penelitiannya sekaligus roadmap Madyapadma memenangkan lomba-lomba penelitian di tingkat internasional di tiga benua yaitu Amerika, Eropa dan Asia, 16 negara dengan meraih 106 penghargaan (33 emas, 41 perak, 16 perunggu, 19 special award, 3 honorable mention). “Perasaan bangga juga, khususnya kepada anak anak. Karena tanpa bantuan mereka itu, acara ini tidak akan bisa selesai dengan baik,” tutur Sukawijaya (kay/gts/dcl/nda).

