SMA Negeri 3 Denpasar kembali dipercaya menyambut kunjungan Gateways Study Visit UNESCO. Namun kali ini bukan tentang lingkungan sehat, melainkan semarak teknologi dalam pendidikan. Lalu, bagaimana persiapan Trisma? Apakah Trisma sudah siap menghadapi kunjungan nanti?
Gateways Study Visit UNESCO merupakan salah satu rangkaian acara dalam event Gateways for Public Digital Learning UNESCO-UNICEF dan dilaksanakan dari tanggal 1-3 Oktober di Bali. Diselenggarakan dengan tema “Beyond Tech Intervention: Navigating Indonesia's Education Transformation”, kunjungan ini akan merinci bagaimana Indonesia memanfaatkan berbagai platform digital untuk meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan. Gateways Study Visit juga akan menampilkan kunjungan ke sekolah-sekolah dan acara budaya yang menyoroti warisan unik dan ekspresi kreatif Bali.
SMA Negeri 3 Denpasar terpilih kembali menjadi sekolah yang akan menyambut delegasi UNESCO mendatang. “Salah satu kriteria sekolah adalah bagaimana teknologi dapat diimplementasikan untuk mentransformasi pendidikan, seperti e-learning,” ujar Dini Septanti selaku Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek. Dini Septanti juga menambahkan SMA 3 dapat mengimplementasikan program merdeka belajar dengan baik kepada siswa - siswanya.
Menyikapi terpilihnya Trisma sebagai salah satu sekolah yang akan menyambut kedatangan UNESCO, tentu persiapan pun tak main - main. Tahapan persiapan panjang itu mulai dilalui. Mulai dari tahap visitasi awal atau pre-visit, kemudian dilanjutkan dengan diskusi-diskusi dengan pihak Kemendikbud via daring yang berlangsung beberapa kali. Selain lewat daring, juga ada pertemuan diskusi rutin baik dengan pihak Kemendikbud ataupun dengan pihak manajemen sekolah. “Kurang lebih persiapan berlangsung dua bulan. Dimulai dari bulan agustus,” ungkap Kadek Dwi Rustinawati, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri 3 Denpasar.
Dalam kunjungan nanti akan dimulai dengan penyambutan, talkshow tentang teknologi dalam pendidikan dan melihat pameran karya berprestasi siswa - siswi Trisma. Booth pameran akan terisi oleh pameran penelitian dan inovasi dari siswa - siswi Karya Ilmiah Remaja dan Madyapadma. Persiapkan tersebut dilalui beberapa kendala. Diantaranya tempat yang terbatas dan dan pameran penelitian inovasi yang harus menyesuaikan temanya yakni mengenai teknologi dan pendidikan. “Kendala lain itu selama pemasangan partisi dan perlengkapan yang terlalu terburu - buru. Tantangannya ada di membuat produk,” beber Wisala Daneswara selaku ketua Karya Ilmiah Remaja. Ia juga mengungkapkan bahwa persiapan mereka membuat produk, merevisi poster dan banner hanya dilakukan 2 - 3 minggu.
Setelah rentetan acara gladi yang dilakukan, banyak evaluasi yang diberikan. Seperti masih banyak siswa - siswi yang tegang saat melakukan presentasi penelitian mereka. Dini Septanti juga menambahkan pemilihan bahasa juga perlu dikurasi kembali. “Karena kembali lagi, tidak semua delegasi native speaker. Jadi perlu dipilih katanya dan lakukan dengan confident,” terangnya. Dengan perbaikan dan evaluasi yang gencar dilakukan, Trisma optimis dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama sekolah. Bahkan untuk nama Indonesia nantinya pada tanggal 2 Oktober mendatang. (dcl/gts/kay)

