Indonesian Young Scientist Association (IYSA) menyelenggarakan kompetisi Invensi tingkat Internasional bertajuk “International Science and Invention Fair (ISIF)" sebagai wadah pembelajaran yang tepat untuk membina para inventor muda berbakat yang aktif, kreatif dan inovatif.
International Science Invention Fair (ISIF) 2023 yang berlangsung di Denpasar Bali, tepatnya di Gedung Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali. ISIF tahun ini diikuti oleh 819 tim dari 32 negara, antara lain Indonesia, Mexico, Malaysia, Rumania, Hongkong, Kazakhstan, Iran, dan lainnya. Pelaksanaan ISIF terbagi menjadi ISIF offline dan ISIF online. Pelaksanaan ini dimulai dari pendaftaran pada tanggal 6 Oktober 2023, pengumpulan makalah pada tanggal 13 Oktober. Dilanjutkan pada tanggal 7 November opening ceremony dan online judging. Offline judging dan webinar mulai dari 8-9 November. Dan terakhir, awarding ceremony yang dilaksanakan pada tanggal 10 November 2023. ISIF ini juga dapat diikuti mulai dari tingkat Umum, Mahasiswa, SMA, SMP hingga tingkat SD. Selain 5, terdapat berbagai macam bidang mulai dari bidang, yaitu Mathematics, Physic, Energy, and Engineering, Life Science, Environment, Education, Technology , Social Science
ISIF adalah event yang rutin diikuti oleh siswa-siswi SMAN 3 Denpasar dan selalu sukses mengukir prestasi setiap tahunnya. Pada tahun ini, Trisma mengirim tim ISIF dari ekstrakurikuler Karya Tulis Ilmiah (KIR) dan Madyapadma Journalistic Park, untuk mengikuti ISIF offline dan online. Dimana KIR yang mengirim 2 tim untuk ISIF Online dan 1 tim untuk ISIF offline. Ekstrakurikuler madyapadma yang mengirim 1 tim untuk ISIF online dan 1 tim untuk ISIF offline.
Judging Ceremony ISIF online dengan sesi presentasi dan tanya jawab melalui aplikasi zoom. Salah satu tim KIR yang mendapatkan giliran untuk judging pada pukul 21.00, tetapi terjadi pengunduran hingga 21.30. "Walaupun kita judging nya online, tetep banyak kendala yang kita hadapi", Ungkap I Gede Guntavara Stithaprajna Ramisvara (16), satu diantara anggota tim ISIF online dari KIR Trisma. Kendala lain yang mereka alami seperti salah menerjemahkan makalah yang seharusnya purpose tetapi malah mencantumkan destination karena deadline yang sangat mepet. Di lain sisi, presentasi online tidak selalu seberuntung itu, mereka juga harus mempresentasikan makalah hanya dalam waktu 8 menit. Tetapi, masalah yang mereka hadapi, berhasil membuahkan Gold Medal pada bidang Life Science.
Kendala besar juga dialami oleh tim Trisma lainnya, yaitu perwakilan tim ISIF offline madyapadma yang terdiri dari A. A Ngurah Gandi Adi Pranata, Ni Made Risa Paramitha, I Dewa Ayu Anandhita Putri, Ni Putu Hana Serena Yenita dan Putu Kirana Shinta Agisca. Tim ini mengalami perbedaan komunikasi antara anggota tim dan judge (juri) perlombaan, sempat dialami oleh Tim Gandi. "Jadi, ada dua juri yang datang ke stand. Tapi juri kedua itu kayak gak nerima penjelasan kita,” tutur Hana Serena berambut keriting itu. Hal tersebut membuat tim ISIF Madyapadma berpikir keras untuk memberikan pemahaman kepada para judge. Namun, kedua juri hanya merespon dengan wajah bingung sambil tersenyum. "Ya mau gimana, aku dah ngerasa juri gak puas sama jawaban ku,”jelas Gandi, ketua Tim ISIF Madyapadma.
Tibalah saat awarding ISIF offline pada hari Jumat, 10 November 2023. Tim Madyapadma bersama tim dari KIR kembali ke gedung Widya Sabha Universitas Udayana untuk menerima pengumuman juara dari masing masing bidang. Awarding ceremony yang dimulai dari pukul 09.00, diawali dengan pembukaan, diikuti sambutan dari tamu undangan, salah satunya yaitu presiden IYSA, Deni Irawan. Agenda acara selanjutnya adalah awarding ceremony IRTC dan NRTC. Dilanjutkan acara yang tak kalah meriah dengan selingan penampilan dari beberapa peserta ISIF, seperti tarian tradisional dari siswa siswi SMA di Semarang. Dilanjutkan dengan Awarding ceremony untuk IIF Nasional dan tibalah pada acara yang paling dinanti yaitu awarding ceremony ISIF 2023.
Momen yang paling menegangkan tetapi paling dinanti pun tiba. "Kita sih udah gak berharap banyak melihat peserta yang niat banget, tapi kalau bisa ya astungkara dapet gold", ungkap Ni Putu Pritha Pradnya Maheswari, salah satu anggota tim offline ISIF perwakilan KIR. Namun sayangnya, tim KIR. Ni Putu Pritha Pradnya Maheswari, I Gusti Gede Agung Angga Sutresna Marten, Made Arya Okkyana Kusuma, Jhanitra Tikabning Kirana dan Putu Gde Indra Mahotama., harus lapang dada menerima medali perak dalam bidang Environment. Adapun prestasi lain yang berhasil digaet oleh Trisma. Seperti, Tim ISIF offline madyapadma, yaitu A. A Ngurah Gandi Adi Pranata, Ni Made Risa Paramitha, I Dewa Ayu Anandhita Putri, Ni Putu Hana Serena Yenita dan Putu Kirana Shinta Agisca yang menerima Bronze Medal dalam bidang Physic Energy Engineering. Tim ISIF offline KIR, yaitu . I Gede Guntavara Stithaprajana Ramisvara, Ni Putu Ary Aveani Sevita Rati, Ni Made Anggi Anggita Dewi ,Komang Bunga Krishna Savita dan I Ketut Anand Amertha . Memperoleh medali gold pada bidang Life Science. Sedangkan, Tim Isif online Madyapadma, yaitu Putu Renata Mawardani, A.A Ngurah Gandi Adi Pranata, I Komang Surya Prawira Tangkas, Ni Putu Meita Pradnyani dan Rico Majesty Daniel Mitra Memperoleh medali gold pada bidang Environment. (ita)

