Bangkitkan riset di masa depan, Madyapadma canangkan program kerja pelatihan riset untuk melahirkan kader penerus yang cakap dalam bidang riset.
Pelatihan riset sukses terlaksana pada Selasa (13/12) pukul 08.45 - 18.05 WITA dalam serangkaian Presslist 13 dan YSA 8. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pelajar SMP dan SMA se-Provinsi Bali yang tertarik terjun ke dalam dunia riset. Dalam kegiatan ini, peserta dipandu untuk melakukan riset yang benar agar hasil yang ingin dicapai memuaskan.
Walau dilakukan dengan sederhana bertempatkan di dua ruang kelas SMA Negeri 3 Denpasar, ilmu yang dibagikan lebih berharga nilainya. Pelatihan dibagi menjadi dua bidang, yaitu IPATek dan IPSK. Kedua bidang terlaksana pada hari yang sama. Masing-masing bidang terbagi atas empat sesi.
Sesi pertama yakni cara menggali ide yang dibawakan langsung oleh I Wayan Ananta Wijaya. Sesi kedua membahas mengenai metode penelitian, dengan I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si. sebagai pembicara bidang IPATek dan Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc. sebagai pembicara bidang IPSK.
Setelah istirahat makan siang dilanjutkan sesi ketiga, yakni cara menyusun proposal penelitian diisi oleh I Putu Sudiartha, S.P.,M.Si., Ph.D. Adapun materi mengolah data hasil penelitian sebagai hidangan penutup dibawakan langsung oleh I Made Adi Sukariawan, S.Pd. dengan santai dan diselingi games yang berhasil mengurangi rasa jenuh para peserta.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh keadaan riset di Bali yang perlu peningkatan lagi. “Karena kami merasa di tahun-tahun sebelumnya riset para remaja khususnya di Bali itu mengalami kemunduran jadi kami membuat kegiatan ini untuk meningkatkan kembali minat para peneliti agar riset di Bali bangkit dan semakin maju,” ujar I Komang Surya Prawira Tangkas (16), selaku ketua sie pelatihan riset.
“Saran nya sih mungkin waktu istirahat atau break nya itu agak dibanyakin lagi karena saya lumayan ngerasa capek apalagi kegiatannya itu dari pagi sampe sore,” ungkap I Komang Satya Wijaya Putra (13), peserta pelatihan riset asal SMP Negeri 8 Denpasar.
Antusiasme peserta terlihat dari beberapa pengakuan mereka. “Saya seneng banget karena dapet ketemu sama pembicara-pembicara yang keren, kenal banyak teman-teman baru dan tentunya hal yang gak bakal pernah saya lupakan adalah ilmu-ilmu yang didapat selama pelatihan riset tadi,” kata Putu Amara Syatia Astari (16) yang merupakan siswi asal SMA Negeri 4 Denpasar, dengan semangat yang menggebu-gebu. Hal yang serupa juga dirasakan oleh Nurani Aprilia Elasti (16). Dalam kesempatan ini, ia merasa puas lantaran berbagai pertanyaan yang selama ini ada dalam benaknya telah terjawab oleh berbagai ahli yang mumpuni di bidangnya “Itu tuh merupakan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang ada di pikiran april selama ini,” aku April dengan nada cerianya saat menjawab pertanyaan dari Tim Madyapadma.
Surya Tangkas berharap pelatihan riset dapat terus dicanangkan setiap tahunnya sebagai taman bermain bagi peneliti muda Bali untuk mengasah kemampuannya di bidang riset “Semoga bisa diselenggarakan setiap tahunnya dan terus bisa lebih baik,” tuturnya di penghujung wawancara. (mp, skr)

