Sempat vakum akibat hantaman pandemi Covid-19. Pagelaran seni budaya kembali hadir mewarnai masa putih abu siswa SMAN 3 Denpasar, Jumat (20/5). Lantas, bagaimana keseruannya?
Lalu lalang siswa berseragam identitas Trisma (SMAN 3 Denpasar –red) memadati halaman SMAN 3 Denpasar sedari pukul tujuh pagi, Jumat (20/5). Langkahnya berhamburan, membawa properti yang akan digunakan dalam pagelaran seni budaya nanti. Tak hanya pekarangan sekolah, masing-masing ruang kelas XI pun turut memancarkan hiruk pikuk yang sama. Semua siswa kelas XI sibuk mempersiapkan diri, baik kostum maupun properti, untuk tampil di hadapan warga sekolah pagi ini. Hujan yang sempat mengguyur Kota Denpasar pagi tadi nyatanya tak berhasil menyurutkan antusiasme mereka.
Salah satunya tercermin dari kelas XI MIPA 1. Kendati dihajar gugup yang tiada tanding, namun mereka menyempatkan diri untuk bernyanyi bersama pada 30 menit sebelum tampil di ruang kelasnya. Wajar gugup menguasai benak para insan XI MIPA 1. Lantaran XI MIPA 1 menjadi kelas pertama yang menunjukkan performanya di muka ratusan pasang bola mata. Dengan total membawakan lima buah lagu, yakni Trisma Ajeg, Asri, lan Lestari; Juru Pencar; Ratu Anom; Meong-Meong; dan Celengan Rindu. Riuh rendah tepukan tangan penonton menggema di langit Trisma.
Dilanjutkan dengan penampilan dari kelas XI MIPA 2. Yang membawakan lagu Trisma Ajeg, Asri, lan Lestari; Ketut Garing; serta Meong-Meong sebagai penutup. “Sebenarnya kalau gak salah kita empat kali latihan. Tapi yang serius itu dua kali latihan aja karena teman-teman banyak yang gak dapat datang,” aku Ni Made Aryanti Satya Dewi (17), siswi kelas XI MIPA 2, saat dihubungi via daring, Jumat (20/5). Persiapan Aryanti dan kawan-kawannya dimulai dari proses menentukan lagu. “Di sini sih ribet banget ya, karena kita harus nentuin lagunya yang pas dan beat musiknya juga harus tepat agar tidak kaku,” imbuh Aryanti.
Berbeda dengan kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 yang didominasi lagu Bali. Kelas XI MIPA 4 justru menggabungkan beberapa penggal lagu Barat dan Indonesia. Diantaranya lagu Marry You by Bruno Mars, Dekat di Hati by RAN, Lantas, serta 2002 by Anne Marie. “Kelas kami mempersiapkan gabungan lirik, instrumen, dan koreografi secara mandiri dengan menampung pendapat dari seluruh anggota kelas. Dan bersyukur banget pada Tuhan. Ternyata perjuangan siang-malam buat latihan terbayarkan hari ini,” ungkap Ni Luh Amrita Puja Dinata (17), siswi kelas XI MIPA 4.
Pertunjukan berlangsung hingga pukul sepuluh pagi. Namun tak serta merta hanya sebatas membawakan lagu juga alat musik. Kreativitas tiap kelas diasah dalam acara ini. Sebab pagelaran kali ini melihat bagaimana kreativitas tiap-tiap kelas dalam menyatukan vokal, alat musik, serta koreografi yang memanjakan mata para penonton. Hari itu, raut bahagia dan euforia terpancar dari suasana semarak warga Trisma. Menjadi momentum yang tepat untuk melepas penat setelah bertempur menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT).
Pukul 10.30 WITA. Pekarangan Trisma kembali dipadati insan yang mulanya sempat berhamburan ke segala arah. Yang ditunggu-tunggu nampaknya sudah di depan mata. Ya, pengumuman para juara. Suasana kian memanas. Masing-masing kelas silih berganti menyorakkan nama kelas kebanggaannya. Ada yang berteriak penuh semangat. Ada yang menyimak dengan seksama ucapan kedua MC. Ada pula yang menundukkan kepala, dengan mulut komat kamit memanjatkan doa.
Hasil rekapitulasi poin oleh ketiga dewan juri pun akhirnya dibacakan di hadapan ratusan pasang mata. Juara pertama diraih oleh kelas XI MIPA 3. Kemudian disusul oleh XI MIPA 2 dan XI MIPA 1 sebagai peringkat kedua dan ketiga. Ada pula juara harapan, yang secara beruntun dimenangkan oleh XI MIPA 4, XI IPS 3 dan XI IPS 2. Tak ketinggalan, yakni juara berbakat. Yang berhasil disabet oleh XI MIPA 5 sebagai juara berbakat 1 dan XI IPS 1 sebagai juara berbakat 2.
“Seneng banget, gak nyangka gitu. MIPA 2, latihan H-2, juara 2. Hehehe keren banget!” seru Aryanti, bangga akan pencapaian kelasnya. Kebanggan yang sama juga dirasakan oleh Amrita. Amrita turut mengaku, pagelaran seni budaya yang telah dilaluinya sangatlah seru. Karena selain meningkatkan kekompakan dengan teman sekelas, juga dapat menyaksikan penampilan dari teman kelas lain yang tak kalah menarik. “Semoga pagelaran ini dapat berlanjut terus sampai tahun-tahun berikutnya. Karena jujur, ini asik banget dan dapat dipakai refreshing gitu abis PAT,” pungkas Aryanti menutup perbincangan. (cit)

