Sabtu pagi itu, hujan mengiringi langkah panitia dan pengunjung menuju Gedung Widyaka Budaya, SMAN 3 Denpasar. Puncak PRESSLIST 15 akhirnya terselenggara dengan menghadirkan berbagai karya jurnalistik, riset, peluncuran buku hingga pusat studi.
Setelah melalui proses persiapan, akhirnya bermuara pada satu hari pelaksanaan. Puncak acara PRESSLIST 15 digelar pada Sabtu (27/12) di Gedung Widyaka Budaya, SMAN 3 Denpasar. Hujan yang turun hingga akhir acara menjadi latar berlangsungnya seluruh rangkaian kegiatan.
Rangkaian puncak PRESSLIST 15 diawali dengan pembukaan, sambutan, serta laporan panitia. Acara kemudian berlanjut ke inti kegiatan, yakni peluncuran buku dan peluncuran pusat studi karya Madyapadma Journalistic Park. Seluruh agenda berlangsung sesuai susunan acara, meskipun cuaca kurang bersahabat.
Pada PRESSLIST 15, sesi peluncuran dikemas dengan konsep drama musikal. Konsep tersebut menjadi pembeda dari pelaksanaan sebelumnya dan menarik perhatian pengunjung sejak awal sesi peluncuran. Penyajian drama musikal digunakan sebagai pengantar peluncuran buku dan pusat studi, sekaligus menyampaikan tema besar PRESSLIST 15 secara visual dan naratif.
Selain rangkaian acara utama di panggung, PRESSLIST 15 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan penunjang, seperti pelaksanaan lomba reportase, pameran jurnalistik, pameran penelitian, inkubator bisnis, peluncuran pusat studi, peluncuran buku, serta bedah buku.
Ketua Panitia Pelaksana PRESSLIST 15, Putu Dhanalakshmi Indira Putri, menyampaikan bahwa pelaksanaan puncak acara berjalan cukup lancar dan sesuai dengan perencanaan panitia. Ia menjelaskan, fokus utama PRESSLIST tahun ini terletak pada pengemasan sesi peluncuran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Yang jadi fokus utama mungkin di bagian peluncuran ya, karena kita rancang konsepnya nggak simbolis kaya biasanya,” ujarnya.
Rangkaian inti PRESSLIST 15 juga diisi dengan pengumuman pemenang berbagai lomba jurnalistik. Salah satu pemenang, Ni Kadek Yulia Putri, peraih Juara I lomba Koran Dinding (Kording), mengungkapkan bahwa proses mengikuti lomba menjadi pengalaman yang berkesan. “Kami benar-benar harus mengatur waktu dengan ketat dan bekerja secara intensif selama beberapa hari,” ungkapnya.
Menurut Yulia, keikutsertaannya dalam lomba tersebut memberikan banyak pembelajaran. “Banyak hal yang kami pelajari, terutama soal kerja sama tim, riset, dan pengolahan informasi,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Denpasar, Made Puri Hariyani, S.Si., M.Pd., menilai PRESSLIST sebagai kegiatan yang dapat mengasah kemampuan peserta. “Kegiatan ini membantu siswa mengenali kelebihan dan kekurangannya sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Selain kegiatan di panggung utama, pengunjung juga memadati area pameran karya jurnalistik, pameran penelitian, inkubator bisnis, dan pusat studi. Pameran tersebut menampilkan berbagai hasil penelitian, karya jurnalistik, buku, serta informasi mengenai rumpun-rumpun yang ada di Madyapadma Journalistic Park.
Salah satu pengunjung pameran, Ni Putu Vanistha Trisna Putri, mengapresiasi keberagaman karya yang ditampilkan. “Informasi yang ditampilkan cukup banyak dan menarik, terutama penelitian yang sudah pernah dilakuin,” katanya.
Ia berharap pameran pada PRESSLIST selanjutnya dapat menampilkan informasi penelitian yang lebih banyak. “Semoga ke depannya karya-karya yang dipamerin bisa lebih lengkap lagi,” tambahnya.
PRESSLIST menjadi ruang pertemuan antara karya jurnalistik, riset, dan kreativitas. Melalui berbagai rangkaian kegiatan yang disajikan, PRESSLIST 15 membuka ruang pembelajaran dan refleksi bagi berbagai lapisan masyarakat. (gan)