Perpisahan tak terelakkan di kedua kubu. Mereka punya lawan tersendiri untuk dihadapi.
Suasana Tulamben pada Sabtu (14/1) sedikit berbeda dari yang biasanya. Suasana pedesaan yang sepi menjadi riuh dengan kesibukan para pesepeda. Maklum, di hari ketiga mereka akan melewati rute yang lumayan berat, sehingga perlu persiapan khusus.
"Persiapan fisik kita pemanasan aja, lebih ke persiapan mental aja karena udah dibilangin jalurnya susah," celetuk Nanda Hardy (16) sembari mempersiapkan kakinya naik keatas pedal. Senyumnya masih mengembang sumringah, sebelum ia mengetahui medan yang harus ia dan 17 pesepeda lainnya melewati Tulamben, Tista hingga Ababi.
Setelah 30 menit, tantangan mulai terlihat. Tanjakan yang curam serta turunan yang menukik menguji kekuatan serta kesabaran mereka. Belum lagi berbagi kesulitan yang ditimbulkan dari kesalahan teknis dari tim sendiri. "Seharusnya tadi sepedanya bisa diangkut dan kita naik mobil dulu, tapi ternyata mobilnya mogok," sungut gadis berambut keriting ini. Akhirnya, ia dan yang lain harus menunggu mobil dan berjalan menuntun sepeda masing - masing sejauh 2 kilometer.
'Medan' yang dihadapi oleh tim Media dan Risetpun tak bisa dianggap mudah. Melewati jalur yang terpisah mulai dari Tulamben, Pantai Amed, Bulutan dan Taman Ujung Sokasada membuat mereka kesulitan menghubungi tim pesepeda. Belum lagi lokasi awal yaitu Pantai Amed tak bisa ditemukan karena tertutupi oleh villa, kafe dan hotel yang menjamur di pinggir jalan.
"Ini keluar dari rencana, ga sesuai ekspetasi jadinya bingung mau bahas apa untuk beritanya," keluh Gita Elhasni (17) sambil berdiri pasrah. Perjalanannya selama 30 menit terlihat sia - sia karena tak bisa melihat lokasi yang ditargetkan untuk diekspos. Setelah perundingan bersama anggota lain, akhirnya Tim Media melaju ke Taman Ujung Sokasada, Karangasem. "Inipun masih bingung mau bahas tentang apa, karena Taman Ujung kan terkenal dan banyak orang tahu."
Namun, ketika tim pesepeda maupun media bertolak ke Virgin Beach, kecapekan dan keluhan mereka berhenti setelah melihat deburan ombak biru. Merekapun asyik berfoto dan tak lupa Tim Riset mengambil sampel air laut. Tak lama kemudian, para peserta Jelajah Sepeda Pesisir Bali mendengar penjelasan singkat mengenai terbentuknya tebing di sekitaran pantai.
"Ga sia - sia kesulitan yang kita hadapi barusan," celetuk Tri Sendyana (15) sebagai koordinator Tim Penulis. "Toh akhirnya kita semua senang - senang!" (ima)