
Setelah 74 kilometer menjajah pesisir, kini para pesepeda Jelajah Sepeda Pesisir Bali lancong ke segarnya udara dataran tinggi. Tantangannya? Ya tinggi juga.
Sabtu (14/01), Jelajah Sepeda Pesisir Bali 2017 yang diadakan oleh Madyapadma Journalistic Park bersama Forum Peneliti Muda SMA Negeri 3 Denpasar memasuki hari ke tiga. Menghindari medan terjal di daerah pesisir, rute pesepeda hari ini dimulai dari Pura Batu Belah, Ababi, sampai penginapan di Candidasa. “Medan hari ini yang paling berat, soalnya ngelewatindataran tinggi di daerah Ababi,”kata I Gusti Ngurah Kusadhara Prema Dyotavaro, selaku koordinator tim teknis. “Rencananya sepeda nanti akan diangkut ketika melewatitanjakan di daerah Tista. Lumayan tu tanjakan terus 3 kilometer. Bakalan menguras tenaga,” tambahnya.
Berpisah dari rombongan pesepeda, tim media bersama tim riset tetap menyusuri daerah pesisir di Amed. “Tim riset nanti disana akan ngambil sampel air di dua titik pantai seputaran Amed,” ungkap Apta Prana Mas Erlangga (15) selaku tim riset. Sedangkan tim media menyusuri pantai Amed, serta singgah di Taman Sukasada.
Mengingat jarak yang cukup jauh yaitu sekitar 47 kilometer, perjalanan hari ini dimulai pukul 09.00 WITA. Pembagian kendaraan untuk tim media serta riset dan tim pesepeda juga dilakukan dengam apik, karena rute yang dilewati akan berbeda. “Supaya yang media bisa fokus media, yang sepeda, bisa terus sepedaan. Biar nggak terlalu malem nyampe di penginapan,” jelas Dyotavaro. (nan)