
"Kakak! Kakak yang mau ngasi kita mainan ya?" ucap Dessy (12) dibalik pagar batako abu itu. Matanya berkilat senang, bibirnya melengkung keatas, menandakan ia bahagia.
Bukan hanya Dessy, sekitar 60 orang dari kelas 3, 4, 5 dan 6 SDN 1 Baturinggit menyambut dengan senang Tim Bakti Sosial Jelajah Sepeda Pesisir Bali pada Jumat (13/01). Mulut - mulut kecil itu bernyanyi dengan keras dengan riang, tak peduli panas mulai menyinari lapangan. "Iya seneng, soalnya saya percaya kakak - kakaknya disini dateng karena kita pintar dan berkarakter," ujar Dessy saat ditanya alasan tim mengunjungi sekolah mereka.
Terbakar rasa penasaran dan gembira, adik - adik dan tim mencoba sekitar 3 permainan seperti membawa wadah air diatas taplak, menebak bahan yang membuat telur mengapung dan menyambungkan sebuah cerita sesuai imajinasi mereka. Amelia Dwinda (16) selaku panitia bakti sosial mengaku sangat senang saat adik - adik bisa belajar dari permainan tersebut. "Ga cuma senang - senang, tapi kita bareng belajar tentang tanggung jawab, kerjasama dan berimajinasi," di bakti sosial ini, tim pribadi juga ingin mengembangkan sifat peduli terhadap sesama. "Ini membuktikan bahwa saudara kita bukan hanya di dekat, bahkan di tempat jauh pun kita masih bisa berbagi kebahagiaan."
Pernyataan itupun dibenarkan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Baturinggit, I Nengah Dharma. Diwawancara di tempat terpisah dari kegiatan, pria berbaju batik hijau ini menceritakan bagaimana kegiatan belajar mengajar dilakukan. "Keunikannya setiap Sabtu kita latihan meditasi bersama agar mental anak - anak kuat dan berpendirian," sambil mengembangkan senyum bangga beliau menambahkan, "bukan soal lokasinya, tapi ini soal pendirian. Karakter anak sengaja kita buat sabar sekaligus tegas supaya siap membangun bangsa kedepannya."
Perjalanan Jelajah Sepeda Pesisir Bali mengagendakan acara Bakti Sosial ini sebagai acara yang wajib dilakukan. Di saat bersamaan, sekitar 11 pesepeda melanjutkan perjalanan dari Tejakula menuju Tulamben. Sisanya melakukan riset ke Desa Julah dan Desa Les mengenai batuan dari Gunung Batur Purba dan identifikasi jenis plankton dan tanah. Selain itu, tim media melakukan liputan tentang Jeruk dan garam Tejakula.
Vira Niyatasya Shiva Duarsa (16) selaku Pemimpin Umum Madyapadma membenarkan alasan dari gadis kecil kelas 6 SD itu. Selain berkarakter, ia juga sangat terkesan dengan kemampuan anak - anak tersebut. "Semangat sama antusias mereka tinggi. Pokoknya ga nyangka, soalnya melebihi ekspetasi." Senyumnya diwarnai rasa haru karena antusiasme anak - anak yang membakar semangat. "Vira keinget masa kecil, dimana setiap ada orang asing Vira pasti berusaha buat jabat tangan. Kesopanan mereka bener - bener bikin Vira terharu." (ima)