
“Maylina Triastuti melaporkan untuk Kantor Berita Radio Feature Madyapadma.”
Suaranya merdu. Bukan melodi layaknya penyanyi, namun tegas dan hangat yang menyejukkan telinga. Itulah suara Ni Nyoman Maylina Triastuti. Gadis asal Tejakula, Singaraja, yang kini menjadi penyiar radio, sekaligus koordinator kantor berita radio feature (KBRF) Madyapadma Journalistic Park. “Awal nyari Trisma dan Madyapadma memang untuk radionya,” aku gadis yang kerap disapa May ini.
Kiprahnya sebagai pembuat berita radio feature dimulai dari diadakannya pelatihan berita radio feature oleh ekstrakulikulernya di SMA Negeri 3 Denpasar. “Awalnya cuman iseng ikut, karena aku memang anak radio. Tapi lama-lama jadi suka gitu buat KBRF.” Dari sana, berbagai kisah mulai dituturkan oleh remaja kelahiran 8 Mei 2000 ini, dengan suara khas ‘anak radio’ nya. Mulai dari kisah-kisah renik di Trisma, cerita dagang lumpia di lapangan renon, hingga pekikan pahlawan energi yang menyentuh hati. “Seneng bisa mengetahui cerita-cerita yang nggak terdengar selama ini. Jadi tau, ternyata dunia itu emang banyak warnanya,” tutur gadis pengemar penyanyi Tulus ini.
Tuturannya kini bukan hanya segmen yang terselip di hari Jumat siaran radio Voice of Trisma. Namun, kelihaiannya dalam menuturkan kisah profesi petani yang kini mulai ditinggalkan oleh anak-anak negara agraris, mampu memperoleh Juara 1 dalam Citizen JournalismAwardbidang suara, yang diadakan oleh Bale Bengong.
Tak cukup sampai disana, kini kelihaiannya mengolah suara diuji lagi. Dalam Jelajah Sepeda Pesisir Bali 2017 yang diadakan oleh MadyapadmaJousnalistic Park dan Forum Peneliti Muda Trisma, siswi kelas 11 ini menantang dirinya untuk menuturkan kisah yang didapat selama perjalanan, lewat suara setiap harinya. “Ini tantangan banget buatku, soalnya buat KBRF itu perlu waktu yang lumayan, apalagi proses mengeditnya,” ungkap penyuka kripik kentang ini. Meskipun begitu, “setiap cerita harus tersampaikan dan terdokumentasikan dengan baik. Jadi, semangat kejar deadline!.” (nan)