
Hari berangsur malam, hampir seluruh ruangan di SMAN 3 Denpasar juga berangsur lengang. Tapi tidak dengan ruang Pradna Paramitha, masih ada beberapa orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Selasa (9/1).
“Saking kepikirannya, aku sempat mimpi kita kekurangan dana, penginapan penuh, lalu berakhir dengan kita semua yang tiduran di pinggir jalan,” cerita Vira Niyatasya Shiva Duarsa sembari tertawa keras. Dengan hidung yang agak bengek, Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park itu menuturkan kekhawatirannya terhadap agenda acara jelajah sepeda pesisir Bali yang akan dilaksanakan mulai dari 12 Januari ini. “Sempat pesimis, bahkan gak pecaya. Tapi bukan waktunya untuk itu, sekarang saatnya untuk optimis,” tambah Vira sembari tersenyum. Ia pun kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya untuk mempersiapkan presentasi besok.
Esoknya, pukul 13.15 Seluruh pesepeda yang tergabung, berkumpul di ruang pertemuan atas beserta pihak sekolah. Vira, Berada di sisi paling pinggir kiri meja depan, disampingnya sudah berdiri layar lcd. Hari itu adalah kesempatannya untuk mempresentasikan acara jelajah sepeda pesisir Bali. “Jadi jelajah ini akan diadakan selama 5 hari 4 malam,” tuturnya. Tak tanggung-tanggung, jalur sepeda pun dimulai dari singaraja, tejakula, tulamben, candidasa, pulau serangan dan berakhir di SMAN 3 Denpasar dengan total jarak 200,2 km. Acara yang bertujuan untuk melakukan ekspedisi wilayah timur Bali itu membawa misi mengungkapkan jejak bahari orang Bali. “Karena sejatinya orang Bali merupakan orang-orang pengembara lautan,” sambungnya. Rangkaian kegiatan akan dihiasi dengan malam astronomi, aksi social, aksi lingkungan, tirta yatra, penelitian, launching buku, dan tentunya bersepeda. Vira pula menjelaskan mengenai konsep konvergensi media yang akan Madyapadma lakukan saat ekspedisi. “Ada liputan jurnalistik online dn cetak, ada riset dan produksi film, ada hunting foto, ada liputan MPTV, Ada live reporting Radio, liputan features radio, serta pembuatan buku,” jelas Vira.
Presentasi berakhir, I Ketut Suyastra selaku Kepala SMAN 3 Denpasar pun memberi tanggapan. “Ini harus benar-benar mendapat izin dari orang tua. Kalau tidak diizinkan, jangan dipaksa ikut, apalagi kalau masih ragu-ragu, jangan ikut,” tegas Suyastra yang mewanti-wanti komunikasi yang perlu dilakukan terhadap orang tua dengan sebaik-baiknya. Sebab, “sekarang itu karena ada masalah uang pendidikan, nanti dikiranya pungli, padahal ini kegiatan yang mulia,” Namun ia uga tak mengelak dengan adanya aturan yang sudah disepakati. “Kebijakan jangan menghalangi prestasi. Bagaimana agar prestasi tetap meningkat,” ungkapnya. Dririnya yang turut berpartisipasi bersepeda pada jalur pulau Serangan-SMAN 3 Denpasar pun memberikan apresiasi. “ Manfaatnya akan anda nikmati bukan sekarang, mungkin 5 tahun lagi. Dan mengingatkan bahwa SMAN 3 Denpasar pernah melakukan jelajah sepeda,” ucapnya sembari berjalan meninggalkan ruang pertemuan.
Berakhirnya pemaparan acara itu pun dilegakan oleh ketua panitia jelajah sepeda pesisir bali, Pradana Kusuma Putra. “Karena waktu persiapan sangat singkat, jadi tetep semangat,” tuturnya. Dirinya yang sempat sempat mengungkapkan bagaimana acara yang terhalang kendala dana dan pengaturan perpindahan pergerakan sepeda, berharap “Semoga acaranya lencar dan sesuai dengan apa yang direncanakan,” pesannya. Senada dengan Pradana, Vira pun juga turut mengungkapkan harapannya. “Pro kontra pasti ada, tapi bagaimana kita tetap menyemangai satu sama lain, dan mestakung!” serunya. “Semesta mendukung ya, bukan menikung, hahaha,” tutupnya dengan tertawa. (gsw)