Bulan bersinar terang seperti biasanya,
juga langit malam dan hiasan bintangnya
yang menemaniku menunggu mereka
yang akan bermain lagi bersamaku.
Memikirkan apa yang akan kita lakukan lagi malam ini
membuatku tersenyum sendiri.
Jam telah menunnjukkan pukul 00.00
dan itu berarti mereka akan datang.
Aku melihat ke arah lemari mainanku.
Akupun tersenyum ketika perlahan Edward
boneka kelinci poselenku itu mulai bergerak
lalu melompat dari lemari itu dan berjalan
ke arah tempat tidurku bersama Ely si gajah.
Ya, mereka adalah yang ku tunggu,
Teman Malamku!
Tak sabar rasanya aku menceritakannya lagi pada ibu.
Karena hanya ibu yang mempercayaiku.
Hanya ibu yang mempercayai
Teman Malamku.
(Cipt: Sasanti)
Bulan bersinar terang seperti biasanya,
juga langit malam dan hiasan bintangnya
yang menemaniku menunggu mereka
yang akan bermain lagi bersamaku.
Memikirkan apa yang akan kita lakukan lagi malam ini
membuatku tersenyum sendiri.
Jam telah menunnjukkan pukul 00.00
dan itu berarti mereka akan datang.
Aku melihat ke arah lemari mainanku.
Akupun tersenyum ketika perlahan Edward
boneka kelinci poselenku itu mulai bergerak
lalu melompat dari lemari itu dan berjalan
ke arah tempat tidurku bersama Ely si gajah.
Ya, mereka adalah yang ku tunggu,
Teman Malamku!
Tak sabar rasanya aku menceritakannya lagi pada ibu.
Karna hanya ibu yang mempercayaiku.
Hanya ibu yang mempercayai
Teman Malamku.

