Tak pernah terdengar kabar darimu
Lima puluh empat tahun lamanya engkau diam membisu
Wargamu merasakan limpahan rezekimu
Kini kegembiraan berubah menjadi keresahan
Bayang-bayang tentang kejadian itu terlukis kembali
Amarah yang engkau pendam sudah tak tertahankan lagi
Hingga hari demi hari terlewati
Mereka hanya bisa menerawang
Kapankah engkau akan mengeluarkan amarahmu?
Wargamu hanya bisa merelakan
Kenangan yang terukir bersamamu
Harta benda mereka yang ditinggalkan bersamamu
Menunggu semuanya direnggut olehmu
Wargamu pergi meninggalkanmu dan tetap merajut doa
Demi keselamatan semua orang yang dulu berada di pangkuanmu
Dengan harapan mereka dapat mengukir kembali kenangan bersamamu
Meskipun keadaan sudah tak seperti dulu
(Cipt. Gung Ayu Ardhanareswari)

