Dua triwulan berlalu sejak langkah ini terhenti
Saat ku tatap dirinya dari balik kaca besar ini
Kehadirannya seperti bidadari yang turun ke bumi
Manis senyum itu telah mengetuk hati yang sunyi
Jantung ini menjerit sudah tak tahan lagi
Memori hari itu seperti kaset yang diputar kembali
Dua triwulan berlalu saat aku pulang dengan hati yang berbahagia
Memandang rembulan seperti memandang wajahnya
Mengucap sajak - sajak cinta laksana seorang pujangga
Tanpa ku sadari ada satu hal yang terlupa
Semua itu kini tinggal kenangan belaka
Dua triwulan berlalu dan aku masih terpaku
Langkah yang selalu membeku saat ingin bertamu
Lisan yang mendadak kelu saat ingin mengucap rindu
Otak dan hati yang terus beradu
Tentang siapa yang akan bertindak lebih dahulu
Sesulit itukah mengungkapkan rasa kepadamu
Hingga aku memilih untuk terhapuskan oleh waktu
Cipt. Ade

