Oleh: Melanie Wijaya
Duhai Amerta yang memancar dari sunyinya puncak Giri,
Mengalirkan suci, membasuh daki di pelataran bumi,
Sembah danau dan samudera melarut dalam satu muara,
Menjadi nafas semesta yang tak henti menyalakan jiwa.
Segala yang tumbuh adalah belahan dari raga yang fana,
Jika hutan lara, maka denyut nadi kita ‘kan kehilangan irama,
Menjaga hijau pertiwi adalah cara mencintai diri yang utama,
Dalam heningnya bakti, di bawah naungan Sang Maha Pencipta.
Tri Hita Karana bukanlah aksara mati yang sekadar dibaca,
Ia adalah janji suci yang terpahat di palung sanubari kita,
Agar warisan agung ini tak lekang ditelan serakahnya masa,
Semoga Bali tetap abadi, menjadi rumah bagi jiwa jiwa cahaya.

