Aku tengah bersantai dikursi taman sambil menikmati mentari yang bersinar terang menyentuh kulitku. Kupikir ini akan menjadi hari yang tenang dan menyenangkan. Namun hari yang kumimpikan lenyap setelah kuliat seorang laki-laki datang mengampiriku
“ aku menyukaimu, jadilah pacarku,” ucap laki-laki yang kini duduk disampingku.
Ku akui jika aku cukup terkejut dengan pernyataan cinta secara tiba-tiba ini. Namun aku berusaha untuk tak menanggapinya, aku hanya memasang wajah datar dan menunggu laki-laki itu melanjutkan perkataannya.
“percayalah,walau kita baru kenal beberapa bulan tapi aku sudah sangat menyukaimu,” ujar lelaki itu berusaha meyakinkanku.
“kenapa?” hanya kata itu kerluar dari bibirku.
“Maksudmu?” Tanya dia tampak binggung sampai mengerutkan dahinya.
“Kenapa kau menyukaiku?” jawabku.
“ karena kau cantik, pintar dan bahkan baik hati” Aku leleki itu seraya tersenyum malu.
“Itu tak cukup untuk dijadikan alasan meyukai seseorang dan kau pun belum mengenalku sepuhnya. Kau masih orang asing bagiku.” Jawabku dengan jujur.
“Itu tak apa-apa, kita bisa saling mengenal ketika pacaran. Aku juga akan membuatmu jatuh cinta padaku. Lagi pula cinta tak ada yang tahu kan ?” Ia masih berusaha keras meyakinkanku.
“Tapi-” belum selesai ku bicara suara lelaki itu sudah memotong ucapanku.
“Jadi, kau mau jadi pacarku kan?” ucap laki-laki itu.
Sungguh aku mulai muak dengan percakapan ini. Bagaimana bisa ada orang mengatakan hal itu dengan percaya diri walau tahu dia belum mengenalku sepenuhnya.
“Maaf, aku tidak bisa menerimanya.” Jawabku dengan tegas.
“Sudah ku katakana, cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Ayolah jadi pacarku.” Ujar lelaki itu mulai memohon.
“Percayalah padaku.” Ucapnya sekali lagi.
Ah, jujur aku mulai malas untuk menanggapinya. Bagaimana caraku untuk menolak lelaki didepanku ini.
“ baiklah kalau begitu jawablah pertanyaanku terlebih dahulu.” Jawabku seraya menghelang nafas dan berusaha sabar.
“apa itu?” lelaki itu mulai antusias menunggu pertanyaannya.
“ pertama, mengapa kau menyukaiku?”
“ Sudah ku katakan. Kau itu gadis yang cantik, pintar dan baik hati. Bukan hanya aku, pria lain pun pasti juga akan menjawab sama denganku.”
Aku tidak menanggapinya dan lanjut kutanyakan pertanyaan kedua.
“Apa kau tahu keseharianku”
“Tentu saja. Kau diantar ayahmu di pagi hari, saat istirahat kau biasanya ke perpustakaan dan membaca novel. Kau suka berjalan-jalan sore sambil memasang had phone di telingamu. Kau punya dua sahabat dekat yang setahuku selalu menceritakan pacar mereka. Aku juga sering melihatmu menelfon temanmu diluar negeri. Aku sangat kagum untuk yang satu itu, karena jarang ada orang yang mempunyai banyak internet friends bahan sampai saling bertukar paket.kau bahkan mampu menggunakan banyak bahasa asing. Styal berpakaianmu juga sangat sesuai seleraku, dan masih banyak lagi. Apa itu kurang?” jawabnya dengan penuh percaya diri
“apa kau tau bahwa aku seorang fangirl?” ini pertanyaan terakhirku. Dari jawaban inilah aku tahu harus memilih menerimanya atau tetap pada pendirian pertama yaitu menolaknya.
“apa fan-girl?” raut kaget tercetak di wajahnya.
“ hemm iya, aku adalah seorang fangirl. Aku menyukai boygroup korea dan segala yang berbau korea, novel yang kubaca adalah fanfiction tentang idolku, aku siring berjala-jalan sore samil mendengar lagu idolku, sahabat-sahabatku selalu menceritakan idol sambil bermimpi menjadi pacar mereka, internet friends yang keu maksud adalah teman sefandomku yang sering kuajank bertukar barang k-pop. Aku pun mempelajari banyak bahasabaru karena aku ingin mengeti apa tang idolku katakana dan teman-teman intenasionalku katakana. Jadi apa kau masih tetap ingin menjadi pacarku?” ujarku dengan santai.
Lelaki itu terdiam cukup lama dan akhira ia menjawab “maaf. Tidak jadi.” Ucapnya sambil berlalu.
Ku diam beberapa menit dan… Hahaha, aku tertawa dalam hatiku. Aku sudah menebak akan seprti ini akhirnya. Aku sudah menerima banyak pernyataan cinta dari laki-laki, tapi hamper semua mengundurkan niatnya dengan alasan yang sama, yaitu karena aku seorang fangirl. Iya, hanya karna itu. Apa aku salah dengan menyukai mereka? Apa aku salah jika merasa bahagia degan menyukai idolku? Kenapa?
Apa mereka akan dirugikan dengan keberadaan kami para fangirl ? kenapa mereka bahkan sampai mecaci- caci idol kami juga ? jijik. iya,pasti karena itu. Merka merasa semua orang penyuka k-pop sama halnya sampah dan menyukai hal-hal busuk. Kenapa merka mengatakan idol kami busuk? Aku tidak habis pikir dengan mereka. Rasa iri mereka sunguh sangat mengerikan.

