Ku anggap diriku jelita
Mempesona bagai mawar yang bermekaran
Namun jika kembali ku renungkan
Ku hanyalah bunga dendelion rapuh di ujung tebing
Ku anggap diriku purnama
Dengan pancaran sinar yang meneduhkan
Namun jika kembali ku pikirkan
Aku hanyalah satu bintang diantara miliaran bintang
Aku mengenal diriku
Walau katamu aku musim semi yang indah
Bagiku aku adalah air yang jatuh di musim hujan
Dingin dan selalu membawa kenangan di setiap tetesnya
Hanya aku yang tahu diriku
Aku mengenal diriku
Aku dan diriku
Dan aku adalah ..