Persetan dengan detik yang berjalan
Pada suka dan duka yang ia lewati
Jejak-jejak kenangannya mulai terhapus
Dan jiwa-jiwa yang ia ikat lalu lepaskan
Lingkaran hidup yang ia ciptakan
Mengikat dan menjerat ku di dalamnya
Sambil berebut banyaknya sampah waktu yang ia terbuang
Sampai kembali ku lupa pada Yang Satu
Ku pikir tak pernah ada detikmu untuk memelukku
Sampai Kuanggap adamu semakin menjeratku
Hingga ku lupa bahwa kuhidup di dalam lingkaranmu
Dengan satu tugas menanti kapan kau menjemputku
Cipt: Eka

