Karya : Ni Wayan Kusuma Putri
Seorang anak laki-laki sedang melamun di depan pekarangan rumah. Akhir-akhir ini pikirannya kosong, dia bingung mau melakukan apa. Dia sangat bosan, tak ada yang dapat ia lakukan. Lalu dia bertanya kepada sang kakak, yang tengah asyik bermain ponselnya.
“Ada yang bisa aku kerjakan ngga? Bosen nih,” tanyanya kepada sang kakak.
“Emm gatau, coba tanya ibu,” balasnya. Tanpa basa-basi anak laki-laki itu langsung pergi menemui ibunya. Ia mencari ibunya di sekeliling rumah tapi dia tidak berhasil menemukannya. “Di mana ibu?” pikirnya.
Dia berjalan kesana kemari membuka pintu satu per satu, tapi tetap saja tidak menemukan ibunya. Lalu dia kembali menemui kakaknya untuk menanyakan keberadaan ibu.
“Di mana ibu? Aku sudah mencarinya sana-sini tapi tetap tidak melihatnya,” kata sang adik.
“Aku juga tidak tahu, coba cari ibu di gudang mungkin ibu ada di sana,” balasnya.
Anak laki-laki itu segera mencari ibunya di gudang. Ketika dia membuka pintu yang dia lihat hanya tumpukan beberapa barang bekas, dia sama sekali tidak melihat ibunya. Tiba-tiba sesuatu mengejutkan datang. Pintu gudang secara tiba-tiba tertutup bahkan terkunci sendiri. Anak itu berusaha membuka pintunya dan berteriak memanggil ibunya.“IBUUU!” teriak sang anak.
Anak laki-laki itu terus berteriak memanggil ibunya. Sudah hampir berjam-jam dia seperti ini berteriak bahkan menangis tersedu-sedu. Dia juga meminta tolong kepada siapa pun yang berada di luar sana. Namun usahanya tak membuahkan hasil, tidak ada jawaban. Namun karena tekad yang kuat dia mencoba untuk mendobrak pintunya. Percobaan pertama dia gagal. Percobaan kedua masih gagal. Namun karena dobrakan yang terlalu kuat untuk seumuran anak kecil itu dapat membuat tulang lengan kanannya hampir patah. Percobaan ketiga dia menggunakan lengan kirinya untuk mendobrak pintu namun masih saja gagal. Akan tetapi anak itu benar-benar pantang menyerah dia mencoba mendobraknya sekali lagi dan akhirnya berhasil. Pintunya berhasil terbuka.
Raut wajah senang dapat diihat pada wajah sang anak. Namun itu tidak berlangsung lama dia merasa kebingungan lagi.
“Tempat apa ini? Ini bukan di rumah. Ibu aku ingin kembali pulang,” batinnya. Dia mencoba berjalan menelusuri tempat yang sangat asing itu. Di mata sang anak semuanya terlihat aneh. Ia melihat orang-orang sedang menggosokkan dua buah batu tetapi untuk apa mereka melakukan itu. Dan cara berpakaian mereka seperti orang utan layaknya hanya ditutupi daun. Anak laki-laki itu melihat percikan api keluar dari kedua batu itu, dia mengira mereka sedang melakukan sebuah permainan dari batu tapi nyatanya tidak.
Anak laki-laki itu sedang melihat mereka memasak menggunakan api yang berasal dari gosokan kedua batu tadi. Karena melihat kejadian aneh yang tidak biasa ia lihat di depan matanya, anak itu memutuskan berlari kembali menuju gudang. Sesampai di sana dia bersandar di tembok sambil berdoa agar ia bisa kembali bertemu dengan ibu dan kakaknya. Karena cukup lelah, tanpa sadar ia tertidur di dalam gudang.
Dua jam kemudian…
“Dik bangun, ngapain kamu tidur disini?” seseorang berusaha membangunkan anak kecil itu. Suara itu terdengar sangat akrab di telinga anak kecil itu. Akhirnya dia bangun dan sadar jika dia tertidur di dalam gudang. Dia langsung memeluk sang kakak yang berada di hadapannya saat ini. Anak kecil itu mengadu atas semua yang ia lihat tadi kepada kakaknya. Kakaknya menggangguk dan sangat paham dengan maksud adik tersayangnya.
“Aku paham, sekarang kita temui ibu dulu. Dari tadi ibu nyariin kamu.” Kata sang kakak.
“Iya kak,” balas anak laki-laki itu. Mereka berdua keluar dari gedung itu dan menemui ibu mereka. Di sana mereka bercerita sangat banyak dan ternyata sang kakak juga pernah mengalami kejadian yang sama. Mereka seperti menjelajahi kehidupan masa lalu. Anak laki-laki itu merasa lega setelah tahu tentang kebenarannya.

