Karya : Ni Wayan Kusuma Putri
Kekuatan sihir memang tidak asing di telinga masyarakat desa Kelian. Namun kekuatan sihir ini hanya dimiliki oleh kakak beradik yang bernama Zefi dan Helio. Mungkin nama mereka terdengar tidak mirip akan tetapi, warga desa sangat sulit membedakan mereka karena memiliki wajah yang sama bahkan sangat sulit mencari satu perbedaan.
Meskipun keduanya adalah kakak beradik, mereka ini memiliki sifat dan watak yang berbanding terbalik. Zefi adalah tipe orang yang sombong, angkuh, dan arogan. Ia menggunakan sihirnya untuk menjahili anak-anak di desa. Sedangkan Helio adalah tipe orang yang baik hati dan suka membantu.
Dibandingkan Helio, Zefi memang jauh lebih hebat penguasaan sihirnya karena ia sudah mampu menguasai berbagai ilmu sihir. Namun karena kemampuannya itu ia menjadi sombong dan selalu memamerkan kemampuannya kepada orang lain. Helio yang merupakan sang kakak berusaha menasehati dan melarang Marco menggunakan sihir sembarangan karena itu akan membahayakan dirinya.
Zefi yang dinasehati oleh Helio menjadi marah dan semakin menjadi-jadi. Zefi mulai memberontak dan mengatakan bahwa kakaknya hanya iri kepadanya. Helio mencoba menenangkan adiknya akan tetapi Zefi malah melawannya. Dia mulai membangkitkan kekuatan sihirnya lalu membacakan mantra. Tak lama kemudian Helio berubah menjadi abu lalu menghilang karena mantra yang diucapkan oleh Zefi.
Tidak hanya itu saja, Zefi mulai mengganggu semua warga desa lalu menyihirnya menjadi berbagai hewan seperti kucing, keledai, kerbau, dan burung. Amarah Zefi belum mereda ia juga mengubah semua benda yang ada di hadapannya. Dan ketika ia mengubah berlian di hadapannya, ia sempat kaget karena sihirnya tidak berhasil.
“Mustahil..” kata Zefi.
Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya berlian itu dapat diubah olehnya menjadi lumpur. Dia tertawa puas dan berkata “Benda mati sepertimu tidak akan dapat melawanku.” Tak lama kemudian tawa dia berubah menjadi tangisan. Lumpur itu kembali ke wujud semula dan mengeluarkan cahaya silau nan panas yang mampu membakar tubuh Zefi.
Tangisan Zefi semakin keras, ia menjerit-jerit memanggil nama kakaknya. Ia meminta maaf namun itu sudah terlambat. Ia baru sadar bahwa berlian itu pemberian ayah dan ibunya yang harus ia jaga, Tapi ia malah mengubahnya menjadi lumpur. Ia sangat menyesal atas perbuatan yang ia lakukan, ia berusaha minta maaf namun itu sudah terlambat. Tak ada jalan lain dan pada akhirnya dia menyerah. Tubuhnya sudah hangus terbakar dan semua mantra yang ia ucapkan perlahan-lahan menghilang. Semuanya kembali seperti semula.

