Pagi ini aku bangun dengan perasaan yang bahagia sebab hari ini aku bisa meluangkan waktuku untuk melakukan apapun di rumah. Di rumah hanya ada aku dan kakakku. Tiap hari kakakku selalu bangun dan membuatkanku sarapan. Padahal dia seorang laki-laki dan jarang juga ada laki-laki yang hobi memasak. Karena hari ini aku bangun lebih awal, aku memutuskan untuk memasak sarapan tanpa sepengetahuan kakakku.
Aku pergi ke dapur dan memeriksa seluruh bahan yang tersedia di kulkas. Hanya ada daging ayam dan beberapa sayuran. Aku sempat bingung memilih menu apa yang akan aku buat. Awalnya aku berencana membuat nasi goreng tapi tunggu, apa nasi goreng enak jika disajikan dengan sayur?
"Tidak-tidak, aku harus memikirkan menu yang lain," pikirku.
Aku membuka ponsel ku dan mulai mencari resep makanan dengan bahan dasar daging ayam dan sayuran. Dan akhirnya aku menemukan salah satu menu yang menarik. Capcay, itu makanan yang akan aku buat hari ini. Tapi... Apa capcay termasuk menu sarapan pagi?
"Ngapain aku peduli? Toh bisa dimakan kan? masih mending ada makanan daripada mati kelaparan," pikirku.
Tanpa basa-basi aku langsung memotong ayam menjadi delapan bagian dan mencuci semua jenis sayuran seperti brokoli, wortel, jamur, dan kol. Setelah semua selesai, aku mulai memasukkan delapan bagian ayam ke dalam penggorengan. Lalu aku menggorengnya. Namun baru saja tiga menit aku menggoreng, sudah keluar asap dari penggorengan.
Ternyata aku lupa menuangkan minyak. Dengan cepat aku menuangkan banyak minyak hingga merendam semua bagian ayam itu. Aku melihat sekilas ternyata gosong semua. Sedikit kecewa tapi bagaimana pun aku harus terus berjuang melanjutkan masakanku.
Aku mulai menambahkan air dan memasukkan sayuran ke dalam penggorengan. Tak lupa aku memasukkan penyedap ke dalamnya. Aroma aneh mulai tercium, hidungku sampai tidak bisa mengenali aroma ini.
Kakakku yang sedang tidur nyenyak, mendadak terbangun karena mencium aroma ini. Aku yang mendengar suara pintu terbuka, dengan kilat segera menuangkan itu ke dalam mangkuk.
"Tumben bangun pagi dan ngomong-ngomong ini bau apa ya? Kenapa menyengat sekali?" tanya kakakku.
"Bukan apa-apa, kak coba ini. Aku membuatkan mu menu spesial," jawabku.
Kakakku mengangguk dan mulai mencicipi hidangan yang telah buat. Tapi aku sedikit heran dengan ekspresinya yang mendadak aneh ketika melihat capcay buatanku.
"Ini namanya capcay, jangan bilang kakak gatau!" ucapku.
"Capcay? Iya aku tahu," balasnya.
Dia mulai mencicipinya dan tiba-tiba saja dia tersenyum kepadaku. Senyuman aneh.
"Bagaimana? Enak tidak? Katakan ya!" kataku memaksa kakak.
"Ya enak," sahut kakak menuruti ku.
"Wangi kan? katakan ya!" aku kembali memaksa kakak.
"Ya, sangat wangi."
"Kalau tampilannya bagus kan? katakan ya!"
"Ya, sangat sangat bagus."
"Baiklah, lain kali aku akan memasak menu lain untukmu," ucapku bersemangat.
"Tidak, tidak usah. Biar aku saja yang masak"
"Tidak boleh! Katakan ya!"
"Tidak."
"Katakan ya! Kalau tidak-"
"Baiklah iya."
Aku senang dan ikut makan bersama kakakku. Bagiku tidak ada yang aneh dengan makanan ini. Ini hanya gosong dan asin. Yang terpenting capcay ini bisa dimakan. Walaupun tidak enak kita harus tetap bersyukur.

