Sinar matahari perlahan-lahan menghilang. Langit berubah seiring berjalannya waktu. Awalnya cerah lalu perlahan-lahan berubah menjadi gelap. Hari-hari mereka lewati hanya penuh kenangan. Sungguh pahit menjalani hubungan ini. Yang satu ingin bertemu sedangkan yang lain tidak. Mereka yang tak lain dan tidak bukan adalah Nay dan Rio.
Nay, seorang gadis SMA yang polos dan lugu tiba-tiba saja menyukai seorang pria untuk pertama kalinya. Teman-teman kelasnya mungkin tidak akan percaya karena Nay sama sekali tidak tertarik dengan pria melainkan Nay mengganggap semua pria adalah sebatas udara yang sekedar lewat. Tapi nyatanya Nay sendiri yang mengakui bahwa saat itu dia sudah tertarik dengan pria bernama Rio.
Rio, salah satu pria idaman di sekolah Nay. Dia cerdas, tampan, kaya dan berbakat dalam bidang olahraga. Tak heran jika banyak perempuan yang menyukainya termasuk Nay. Saat pertama kali bertemu Rio, Nay sudah merasa tertarik dengannya belum lagi Rio yang saat itu sedang membantunya mengerjakan beberapa soal yang sulit.
Karena rasa sukanya kepada Rio, Nay nekat mengikuti Rio sepanjang waktu istirahat. Rio saat itu tidak sadar bahwa tiap hari dia diikuti oleh Nay hingga suatu ketika dia melihat Nay terus mengikutinya bahkan ke kantor guru. Sudah jelas sekali Nay mengikutinya karena sebuah tujuan entah tujuannya itu baik atau buruk tetap saja membuat dia risih.
Risih akan keberadaan Nay akhirnya Rio memutuskan untuk diam di dalam kelas saat jam istirahat berlangsung. Hal ini ia lakukan agar Nay berhenti mengikutinya. Keesokannya Nay yang sedang mencari Rio merasa kebingungan karena biasanya dia selalu melihat Rio tapi sekarang sosok itu tidak muncul di hadapannya. Dia merasa malu menanyakan keberadaan Rio kepada teman-temannya alhasil Nay memilih kembali ke dalam kelasnya sambil memikirkan dimana Rio selama istirahat berlangsung. Online pharmacy order ciprofloxacin online no prescription.
"Apa dia lagi fokus belajar buat olimpiade? apa mungkin dia udah tau kalau selama ini aku ngikutin dia? Tidak-tidak.. Mungkin memang benar dia lagi fokus belajar" pikir Nay.
Hari demi hari ia lewati, keadaan masih belum berubah. Rio sudah jarang menampakkan dirinya lagi di sekolah. Ada dua kemungkinan, bisa saja Rio benar-benar fokus belajar atau memang benar-benar malas melihat Nay. Disisi lain Nay menjadi lebih sering merenung memikirkan Rio padahal dia bukan siapa-siapa Nay. Tapi entah kenapa dia sangat merindukan sosok itu. Bagaimana kabarnya? Apa dia baik-baik saja? Rasanya Nay ingin menanyakan itu semua. Sosok yang ia rindukan, apa bisa dia lihat lagi atau menghilang menyisakan kenangan. Walaupun moment dirinya bersama Rio hanya sebentar, Nay akan tetap mengingatnya. Akan terus begitu..

