Aku tak sengaja melangkah
ke pojok kesepian
Ranah dimana tempatmu,
menuntut puan untuk bermanja
Kau merasa aku adalah yang tepat
Tak sadar diri,
kau buta
Meringku setiap malam daku,
dengan luka sekujur hati
Digores hingga sekarat
Yang kau perbuat,
menimbun dukaku kian banyak
berlayu harapnya
bermekar lukanya
begitulah pojok kesepian,
perangkap elit
Dengan tuan yang haus akan cinta
Cipt: Athisa Indianisiswi
SMAK Santo Yoseph Denpasar

