Air mata mengalir membanjiri pipi
Ketika aku tahu bahwa ini bukan mimpi
Untuk pertama kalinya aku membenci
Melihat senyum damai terukir di wajah yang pucat pasi
Ethereal memancar pada jiwa yang telah pergi
Remuk sudah relung hati ini tak kuasa menahan rasa tak terdefinisi
Inikah garis tangaku yang harus menerima kepergianmu tanpa permisi
Nirwanapun membuka pintu lebar menyambut yang dinanti-nanti
Doa menjadi jembatan ketika aku rindu berada dalam dekapanmu
Untaian rasa sayang tak akan lekang oleh waktu
Kini setengah dekade sudah hari-hariku terlewati tanpa kehadiranmu
Aku tak lagi memiliki ruang untuk membuat kenangan bersamamu
Namamu selalu tertanam dalam benakku
Ingatanku tak sedikitpun pudar akan cantiknya parasmu dan halusnya nada suaramu
Banyak hal yang belum sempat kuucap, kuberi, dan kulakukan untukmu
Undangan mimpi dariku terasa tak pernah sampai kepadamu
Tolong bisikan pada Tuhan
Gadis ini memiliki sebuah harapan
Tolong beri ia satu hari penuh keajaiban
Gadis ini ingin kembali mengukir kenangan
Jika harapanku terkabulkan
Aku ingin memeluknya erat dan bergenggaman tangan
Jika harapanku berlebihan
Aku ingin Tuhan memberinya kedamaian
Cipt: Ni Putu Sasti Wulandari Dwipa

