Tertanam dibenakku
Saat sang surya masih bersembunyi
Layar televisi selalu menghiasi sorot mataku
Seolah sebagai peresmian aktivitasku
Isak tawa terlontar secara beruntun
Membuat hari-hariku menjadi penuh warna
Liburku bersama sang fajar?
Bukan sekali dua kali lagi
Walaupun demikian aku tetap acuh
Tak ingin melewatkan suatu hal
Hasil dari buah karya manusia itu
Selalu membuatku terhibur
Kini semua kandas sudah
Monoton, sunyi, hampa
Candaan yang dilontarkan tak bermakna apapun
Kegembiraan yang menghiasi hari-hariku
Bak debu yang diterpa sang angin
Kurindu kenangan itu
Cipt: Kadek Ninda Nandita Putri

