Ketika malam berubah menjadi siang yang terang
Jiwa mungil ini, terlahir dari sosok istimewa
Bukan Presiden ataupun Raja
Tapi seorang wanita pejuang asa
Saat ku tak bisa berjalan
Kau tuntun aku pelan pelan
Kala ku terjatuh
Kau beri uluran tangan dan senyuman
Sesaat seluruh dunia memusuhiku
Dirimu hadir di sampingku tanpa meminta
Dengan menggenggam tanganku, pelukan hangat yang senantiasa ada
Dikala panas dingin menerpa
Ibu? Kaulah orang yang pertama aku lihat
Akan kupastikan jiwamu bahagia
Bukan dengan gelimang harta
Tapi dengan senyum sepanjang masa
Mungkin aku terlalu malu
Untuk mengatakannya secara langsung
Tapi selamat hari ibu
Untukmu yang terbaik dalam hidupku
Cipt: Nandita Faustin

