
Sebut aja aku. Seorang gadis yang suka beragam warna serta gelombang hidup. Tapi, ketika aku memasuki ruangan itu, ada yang berubah dari diriku. Aku sendiri pun tidak mengerti. Roh apa yang memasuki tulang rusukku?
Kala itu telah berubah saat panas matahari menyertaiku. Di sudut meja kotak itu aku berdiri, sedang menunggu seseorang yang tak kukenal. Sepuluh menit berlalu, aku masih nampak sama seperti sebelumnya. Rasa yang membeku membuatku tidak berekspresi. Greek... Pintu terbuka.
"Siapa itu?" Tanyaku. "Siapapun dirimu, keluarlah!" suaraku menghentak. Rasa penasaran menyelimuti diriku. Sepi. Setitik langkahpun tak terdengar. Namun...
"Tak..Tak...Tak..," kakiku melangkah dengan lugas. Sebab, rasa penasaranku tidak kunjung henti. Meski aku tak bernyawa, aku bisa merasakannya, dingin yang perlahan menyapu permukaan kulitku.
Aku tak menduga awalnya. Ketika telah menulusuki lebih dalam, di ruangan yang bahkan sinar matahari tak dapat tembus, aku mampu menapakkan kaki di ruangan itu. Entah kenapa, terasa amat dingin. Hanya sinar embun yang menyinari sudut itu. Dan kenapa sepi sekali? Padahal tempat ini indah. Bunga beragam warna hadir di setiap sudut ruangan itu. Warna merah, putih, kuning, semua warna favoritku. Warna yang menggambarkan bagaimana cerianya diriku. Ini aneh, siapa yang merancang keadaan spesial untukku? Padahal tidak ada satupun batang hidung yang hadir terlihat di ruangan ini. Ironi. Ruangan ini menjadi sebuah teka - teki untukku. Teka - teki yang harus aku pecahkan, siapakah aku?
Oleh : Dewa Ayu Savitri

