Judul buku : Laut Bercerita
Penulis : Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Kota terbit : Jakarta
Tahun Terbit : Oktober 2017
Tebal halaman : 397 halaman
Nomor edisi terbit : ISBN 978-602-424-694-5
Genre : fiksi sejarah
Laut Bercerita, novel karya Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemarmenyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dantentang cinta yang tak akan luntur.
Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergapempat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agar bersedia menjawab satupertanyaan penting: siapakah yang berdiri di balik gerakan aktivis dan mahasiswa saat itu.
Keluarga Arya Wibisono, seperti biasa, pada hari Minggu Sore memasak bersama, menyediakanmakanan kesukaan Biru Laut. Sang ayah akan meletakkan satu piring untuk dirinya, satu piringuntuk sang ibu, satu piring untuk Biru Laut, dan satu piring untuk si bungsu Asmara Jati. Mereka duduk menanti dan menanti. Tapi Biru Laut tak kunjung muncul.
Asmara Jati, adik Biru Laut, beserta Tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin Aswin Pradanamencoba mencari jejak mereka yang hilang serta merekam dan mempelajari testimoni mereka yang kembali. Anjani, kekasih Laut, para orangtua dan istri aktivis yang hilang menuntutkejelasan tentang anggota keluarga mereka. Sementara Biru Laut, dari dasar laut yang sunyibercerita kepada kita dan kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.
Kelebihan novel ini adalah tetap menyenangkan saat dibaca walaupun memiliki tema yang kelam, serta drama dan tragedi yang kental dalam novel ini mampu memberikan pesan pilu yang mendalam kepada para pembaca. Novel ini juga memiliki pembawaan dengan dua sutut pandangyang berbeda sehingga kita dapat berempati dan memahami posisi berbagai pihak yang terlibatdalam kasus-kasus Penghilangan orang secara paksa tersebut.
Kekurangan novel ini terletak pada alur ceritanya, novel ini menggunakan alur campuran (maju-mundur) sehingga butuh sedikit konsentrasi dan pemahaman agar kita dapat mengikuti alur ceritanya.
Novel ini cocok dibaca untuk orang-orang yang ingin mendalami tema penghilangan orang secara paksa pada orde baru dengan latar suasana yang pilu dan menyedihkan.

