“Untuk pertama kalinya aku merasakan proses mengubah ide sederhana menjadi produk nyata,” kenang Ni Nyoman Dian Widhyani tentang pengalaman berkesannya menjadi finalis FIKSI 2025.
Ni Nyoman Dian Widhyani percaya bahwa ide sederhana dapat tumbuh menjadi karya bermakna ketika dikerjakan dengan tekun dan keberanian untuk mencoba. Siswi SMA Negeri 3 Denpasar itu merasakan hal tersebut saat menjadi finalis Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025 bidang Seni Rupa dan Desain, pengalaman yang ia sebut sebagai salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.
“Untuk pertama kalinya aku merasakan proses mengubah ide sederhana menjadi produk nyata yang diuji dan dinilai. Pengalaman itu membuatku lebih percaya diri,” ujar Dian, si pemilik rambut tebal.
Keikutsertaannya berawal dari keinginan menantang diri keluar dari zona nyaman sekaligus mengembangkan minat pada inovasi dan kewirausahaan. Meski hanya mencapai tahap finalis, Dian tetap bangga karena mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ia juga belajar banyak tentang kerja sama tim dan tanggung jawab selama proses revisi dan diskusi yang panjang. “Di situ aku belajar arti kerja sama dan tanggung jawab terhadap apa yang kami buat,” tutur gadis berzodiak Cancer itu.
Bagi Dian, FIKSI bukan sekadar lomba, melainkan ruang pembelajaran yang menumbuhkan keberanian untuk mencoba dan berkembang. Pengalaman tersebut semakin menguatkan minatnya untuk terus berinovasi dan menciptakan gagasan yang memberi dampak positif bagi masyarakat. (gan)

