Pernahkah Anda dipercaya untuk menjadi sosok panutan? Mungkin terdengar berat, tetapi bagi Dewa Ayu Mayastri Karunia Primadani, gadis kelahiran 26 Maret 2008 ini, tantangan tersebut adalah kesempatan emas. Gadis yang akrab disapa Dewa Ayu ini dikenal sebagai sosok inspiratif di kalangan teman-temannya. Selain sibuk sebagai Ketua KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba) SMAN 3 Denpasar, Dewa Ayu juga aktif sebagai Koordinator Humas di ekstrakurikuler PMR (Palang Merah Remaja).
Sejak kecil, Dewa Ayu memang dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ia menyukai pelajaran sosiologi yang membantunya memahami berbagai permasalahan sosial. Selain itu, kecintaannya pada ayam geprek dan anjing sebagai hewan peliharaan menunjukkan sisi lain dari kepribadiannya yang sederhana dan penyayang. Ketika ditanya bagaimana perasaannya menjabat sebagai Duta KSPAN Trisma 2023, Dewa Ayu dengan semangat menjawab, “Aku sih seneng banget ya karena dikasih kepercayaan sama kakak kelas, sama pembina, dan juri juga untuk menjadi salah satu generasi yang bisa menjadi pelopor terkait isu-isu remaja di lingkungan sekitar.”
Namun, perjalanan Dewa Ayu untuk menjadi Duta KSPAN tidaklah mudah. Awalnya, semua anggota KSPAN diwajibkan untuk mendaftar, tetapi Dewa Ayu memiliki motivasi tersendiri. “Aku ingin menyuarakan teman-temanku, baik di ekstra maupun di luar ekstra, kepada guru BK maupun Kisara,” tutur gadis yang memiliki semangat besar untuk menciptakan perubahan ini. Sebagai Ketua KSPAN, Dewa Ayu telah menorehkan banyak prestasi. Salah satunya adalah Juara 1 Video Edukasi se-Kota Denpasar saat lomba Jambore KSPAN di kelas 10. Ia juga berhasil meraih Juara 3 pada lomba Musikalisasi Puisi dan Jingle KSPAN. Tak hanya itu, Dewa Ayu dan timnya membawa pulang Juara 3 Video Edukasi tingkat Provinsi Bali dalam lomba Jambore KSPAN terbaru.
Dari berbagai pengalaman tersebut, Dewa Ayu mengaku bahwa lomba Temu KSPAN Provinsi Bali adalah yang paling berkesan. “Karena satu tim itu ada dari sekolah lain. Jadi, kita harus benar-benar bangun chemistry dulu sebelum mulai lomba,” jelas gadis manis tersebut. Tantangan komunikasi dengan anggota dari berbagai sekolah membuatnya belajar pentingnya kerja sama dan adaptasi.
Kini, setelah masa jabatannya sebagai Duta KSPAN berakhir, Dewa Ayu merasa lega sekaligus bangga melihat adik-adiknya yang lebih antusias dan bersemangat. Ia berharap penerusnya, Amara, dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik meskipun harus berhadapan dengan tantangan besar. “Semoga dia tetap semangat, menjalin komunikasi yang baik, dan terus berprestasi,” pesan Dewa Ayu penuh harapan.
Menjadi seorang pemimpin memang tidak mudah, tetapi Dewa Ayu telah membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan komunikasi yang baik, segalanya bisa tercapai. Kini, ia bersiap untuk melangkah lebih jauh, membawa semua pengalaman berharga ini untuk masa depannya. (nda)

