“Kendalanya mungkin jatuhnya nyeimbangin waktu sama belajar untuk nyari kuliah nanti. Aku udah jauh di belakang sedangkan temen-temenku udah lari duluan. Tapi kalau misalkan aku sama sekali ga peduli dengan Presslist tapi aku belajar terus, Jadinya aku kayak ninggalin tanggung jawabku sendiri,” keluh gadis yang kerap disapa Nia.
Pernahkah Anda dituntut untuk mandiri? Tentu, pasti pernah. Kadang kita merasa risih dan kesal mendengar semua hal itu, namun kadang kita merasa mungkin ada benarnya. Sama seperti gadis kelahiran 2006 ini. Melihat silsilah keluarga gadis ini yang sering disebut ‘anak rantau’. Mendorong gadis ini juga menempuh langkah yang sama demi melatih kemandirian nantinya. Namanya Ni Nyoman Lavanya Iswari Devi yang akrab disapa Nia. Jika dihitung dari bulan tulisan ini dibuat, maka sembilan bulan lagi gadis ini akan berusia 19 tahun. Tepat di akhir bulan Oktober.
Mulai bergabung di bidang jurnalistik sejak dibangku sekolah menengah atas. Kaget? Jangan salah yaa! Gadis yang akrab disapa Nia ini, sebenarnya ahli dalam penelitian ilmiah remaja, lho! Lavanya (18) mulai mempelajari mengenai penelitian ilmiah remaja sejak masa sekolah menengah pertama lewat salah satu ekstrakurikuler penelitian ilmiah remaja atau sering disebut KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) SMPN 10 Denpasar. Ia mulai tekun mempelajari, mempraktekan dan melakukan semua rangkaian uji coba demi mendapat hasil yang terbaik. Hingga penemuannya tersebut berhasil membawa banyak prestasi bagi dirinya. Hebat, bukan?
Hingga Gadis ini melanjutkan pendidikan menengah atas nya. Ia tertarik dengan salah satu ekstra jurnalistik pada sekolah tersebut, yakni Madyapadma. Siapa yang tidak mengetahui Madyapadma Journalistic Park? Madyapadma Journalistic Park merupakan sebuah ekstrakurikuler jurnalistik di dalam SMAN 3 Denpasar yang saat ini telah melingkupi banyak bidang seperti fotografi, perfilman hingga penelitian. Gadis penyuka minuman teh leci yang benar-benar ada buah leci di dalamnya itu mengatakan bahwa ia sangat suka berbicara. Dari pendidikan sekolah dasar, Ia sangat suka mengikuti lomba-lomba yang melatih skill public speaking nya, seperti mengikuti lomba MC (Master of Ceremony) hingga lomba Radio.
Awalnya ia bergabung dengan Madyapadma dengan tujuan tertarik dengan VOT (Voice Of Trisma). Voice of Trisma (VOT) adalah radio online yang diluncurkan oleh ekstra Madyapadma Journalistic Park, SMAN 3 Denpasar. VOT ini sebenarnya dulu sudah pernah beroperasi, yaitu pada tahun 2002. Namun karena bermasalah dengan sinyal, VOT diberhentikan untuk sementara waktu. Berhubung dengan sudah tersedianya tempat dan alat-alat siaran yang lebih memadai, VOT diluncurkan kembali beriringan dengan acara Presslist 7 namun dalam versi yang berbeda, yaitu radio online. “Yang mendorong aku khusus di jurnalistik itu VOT (Voice Of Trisma), cuman tercemplung ke penelitian juga,” tutur gadis berzodiak Scorpio ini.
Perjalanan nya di Madyapadma tak hanya sampai disitu. Selama 3 tahun bersekolah di SMAN 3 Denpasar, ia aktif mengikuti serangkaian kegiatan organisasi dan penelitian. Hingga ia terpilih menjadi pemimpin umum Madyapadma Angkatan ke-45. Sebagai pemimpin umum tentu tidaklah mudah. Ia harus berusaha mengatur dan mengontrol segala hal yang menjadi tanggung jawabnya kedepan. ”Saat menjadi pemimpin umum, jujur aku sedikit kelimpungan,” ujar gadis vegetarian ini. Menurutnya mengatakan ada tiga hal yang harus di prioritaskan. Ada akademik, non-akademik dan tidur. Ia sudah mempersiapkan dan merencanakannya dengan matang. “Di kelas 10 nanti aku bakal lebih fokus di akademik. Kemudian di kelas XI nanti aku lebih fokus di non-akademik (organisasi) dan di kelas XII aku akan fokus untuk kuliahku,” terang nya lagi.
Namun tak disangka-sangka, nyatanya ditunjuk untuk menjadi ketua panitia PRESSLIST 14 dan YSA 9. “Perasaanku cukup takut dan khawatir. Apalagi aku ditunjuk saat kelas 12 di sibuk-sibuknya mikirin kuliah,” ungkap gadis bungsu dari tiga bersaudara ini. Untuk mengatasi setiap permasalahan yang menimpa, Lavanya terus memastikan baiknya komunikasi antar anggota agar semua permasalahan cepat diselesaikan. Saat diwawancarai, Selasa (2/1) Lavanya sangat bersyukur, banyak anggota yang bergerak inisiatif. “Aku bersyukur dibantu sama-sama anggota angkatan 46 dan 47. Mereka gercep banget jadi mereka ngerti kalo aku lagi sibuk-sibuknya mikirin kuliah,” tambah Gadis yang berkeinginan kuliah jurusan psikologi ini.
Ditengah kesibukannya memikirkan kuliah dan persiapan PRESSLIST 14 dan YSA 9, Lavanya berharap semoga kegiatan PRESSLIST 14 dan YSA 9 tahun ini berjalan lancar. Lavanya mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada semua peserta anggota yang sudah gerak cepat dan berinisiatif melaksanakan persiapan PRESSLIST 14 dan YSA 9. “Aku punya motivasi kali ini. Jadi tiap aku megang ponsel, itu selalu ada notifikasi ‘DON’T STOP UNTIL YOU PROUD’,” terang Gadis berambut pendek ini. (dcl)

