Dengan rasa tulus dan gembira ia menyanyikan lagu. Lewat lomba jingle dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Juliya (16) membangun kesadaran akan HIV/AIDS dan merangkul kebersamaan dan kekompakan antar anggota tim. “Sangat luar biasa, jujur ga percaya soalnya lumayan banyak banget lika-likunya,” ujar gadis yang pernah menjabat sebagai Duta KSPAN TRISMA ini.
‘Self love is the secret of happiness.’ Sebuah motivasi manis dari gadis ini. Gadis yang memiliki kulit putih nan bersih, senyum manis bagai mentari, berambut panjang dan menggunakan kacamata. Gadis ini bernama Putu Ayu Juliya Chandra Dewi kerap disapa Juliya. Lahir pada tanggal 26 Juli 2007 di Denpasar. Saat, ini Juliya menempuh sekolah menengah atas di SMAN 3 Denpasar. Hanya itu? Tentu belum selesai.
Tak hanya menempuh pendidikan, namun juga meninggalkan jejak prestasi membanggakan di Trisma. Sempat menjadi Duta KSPAN Trisma selama setahun. Dimulai dari bulan Desember 2022 - Desember 2023. Duta KSPAN bagai pir edukator atau semacam tutor sebaya. Duta KSPAN biasanya akan membuat video edukasi. Jika terdapat ajang relawan, relawan yang diutamakan Duta KSPAN yang akan lebih dahulu mengikuti. Sebuah prestasi yang membanggakan, bukan?
Memupuk prestasi demi keberhasilan di masa depan. Mungkin kata itu cocok untuk siswi kelas XI Mipa 1 ini. Juliya (16) berkesempatan mengikuti lomba jingle untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. Perlombaan jingle ini dilaksanakan oleh KPA Kota Denpasar dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia 2023. Lagu jingle yang dibawakan menggunakan tema HIV/AIDS dan diiringi dengan beberapa alat musik drum, keyboard dan gitar. Uniknya lagi, perlombaan ini tak hanya diwakilkan oleh perwakilan PMR/KSPAN saja, namun juga kolaborasi dengan ekstra VOG (Voice Of Generation). Anggota tim ini meliputi Putu Ayu Juliya Chandra Dewi (16), Ni Putu Risma Kanyaka Anindya (16), I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga (16), Putu Riena Ashira Abigail Natalin (16), dan I Made Bagus Aksagotra (17).
“Sangat luar biasa, jujur ga percaya soalnya lumayan banyak banget lika-likunya,”. Perjalanan Juliya (16) dengan teman-temannya tentu tidak mudah. Waktu persiapan yang sedikit menjadi kendala utama dalam persiapan mereka. “Waktunya ga selama itu, karna kita dapet info lomba nya dadakan kira kira 1-2 mingguan dan itu kita benar-benar mulai dari awal,” tutur gadis pecinta minuman Red Velvet ini. Sukses tidak datang dengan mudah. Itu membutuhkan usaha yang tak henti-hentinya dan keteguhan.
Meskipun menjadi kendala, namun tak akan memutuskan semangat gadis berzodiak Leo ini. “Biasanya kita nyari jadwal yang benar-benar free semua anggota tim. Koordinasi satu sama lain, pasti semua punya kesibukan, tapi tentu ada hari dimana kami bisa berlatih bersama. Biasanya kami mengambil waktu saat pulang sekolah & mengambil dispensasi saat tidak ada dari anggota yang ulangan,” ujar gadis penyuka steak & sup jamur ini.
“Kita coba buat nyari plan B atau rencana lain kalo memang itu yang jadi permasalahannya,” ujar gadis yang merupakan anak tunggal itu. Kendala demi kendala pun dihadapi. Bagai sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai sarung. Lewat perlombaan ini, mengajarkan nya tentang kesabaran, ketekunan, dan ketidakputusasaan dalam menyelesaikan pekerjaan yang sulit.
Belum lagi rasa kurang percaya diri yang menghinggapi dada ketika melihat video dari tim lain. “Rasa insecure? Pertamanya iya, karena kualitas video tim lain lebih HD dan jernih dari pada video kami. Dan suaranya juga lebih bagus. Cuman ya sudahlah, kami coba buat ngga down banget sama video-video yang lain,” tuturnya pantang menyerah. Rasa kurang percaya diri itu pasti akan selalu ada. Jangan biarkan pikiran buruk itu terus memenuhi pikiran kita. Buat apa kita memikirkan kekurangan? Bukankah akan lebih baik menonjolkan kelebihan yang ada pada dalam diri kita?
Akhir kata, mengikuti setiap perlombaan harus dilakukan dengan kerja keras dan pantang menyerah. Tak peduli seberapa besar kecilnya lomba tersebut. Tak peduli kualitas dari tim lain. Tenggat waktu yang dekat atau hal-hal negatif yang bisa saja itu tidak akan terjadi. Kita harus mengerjakan dan menjalani dengan penuh kerja keras, tulus dan pantang menyerah. Jangan lupakan juga kekompakan tim yang akan menjadi pelengkap menuju kesuksesan. (dcl)

