“Aku percaya kalau kita ikuti takdir kita, pasti tuhan ikuti alur kita juga” ujar Komang Kirana Ardhia Pramesti (17).
Bermodalkan motivasi yang tumbuh dari dalam diri, menjadi langkah awal Kirana membulatkan tekadnya untuk mengikuti lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Dinas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Gadis yang bernama Komang Kirana Ardhia Pramesti, atau kerap disapa Kirana ini memiliki kesempatan untuk mengikuti perlombaan bersama rekan setimnya, yaitu sebuah lomba penelitian tingkat SMA se-Indonesia, dengan daya saing yang cukup sulit. Perlombaan ini merupakan sebuah lomba yang sangat ditunggu oleh siswa-siswi terutama bagi mereka yang memiliki keahlian di bidang penelitian.
Meraih prestasi tentu tidaklah mudah. Siapa sangka dengan waktu yang berdekatan dengan jadwal Penilaian Akhir Semester (PAS), penelitian yang dikerjakan Kirana beserta timnya mampu diselesaikan. Tentunya setiap proses tidak selalu berjalan mulus, berbagai cobaan dan rintangan yang datang menghampirinya selama meneliti. “tiap penelitian pasti selalu ada trial dan errornya, waktu itu tepung aku pernah jamuran, karena salah naruh di tempat yang lembab jadi mulai muncul jamur, terus juga kaldu ikan yang tidak diambil kaldunya jadi harus agak was-was karena harus bedain yang mana air tok, sama yang mana ada isi kaldu ikannya” tutur gadis kelahiran 14 Juni 2006 ini.
Masalah tentunya tidak hanya ada selama meneliti, tetapi saat ia tiba di Jakarta pun terdapat kendala dalam mengisi poster. “Saat itu aku harus nyebrang lagi ke Mr. DIY buat bahan-bahan di poster, soalnya itu kurang banget, kok kayak kurang menarik dibanding orang lain” Ujar Kirana.
Namun, rintangan-rintangan tersebut tentunya tidak memutuskan semangat Kirana dan rekannya untuk tetap menyelesaikan penelitiannya. Tentunya Persiapan lomba tersebut membutuhkan waktu yang lama sekitar dari bulan Juli - November 2023. Sehingga cukup merebut waktu belajar gadis pecinta nasi goreng satu ini, “Persiapan Mengenai OPSI itu banyak banget, berbulan-bulan buat aku nyiapin dari ide, proposal, laporan, sampai final. Itu banyak banget ngambil waktu sekolah pastinya” ujar Kirana. Tentu ada kalanya Kirana merasa kurang fokus. Waktu tidur dan main ia korbankan demi menyelesaikan penelitiannya.
Usaha, waktu, dan tenaga yang dikerahkan olehnya selama ini tak sia-sia dan akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil menjadi salah satu finalis dan meraih medali emas dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2023, yang menjadi salah satu pencapaian pada tahun ini, “Perasaan aku itu campur aduk sebenarnya, antara takut, senang, bahagia, karena kan kita banyak dispen jadi takutnya guru-guru mikir kita dispen buat bolos. Terus awalnya juga kita semua pesimis kalo kayaknya nggak bakal lolos karena memang banyak kendalanya". Tutur gadis penyuka es jeruk itu. Tentunya menjadi finalis dan meraih medali emas merupakan sebuah penghargaan yang sangat berarti bagi Kirana, dari perlombaan ini juga ia bisa belajar berbagai hal, seperti belajar dalam mengatur waktu, dan belajar mencari permasalahan sekaligus solusi.
Selama masa final OPSI juga tidak kalah menarik, karena ia lebih bisa bersosialisasi dan lebih bisa dekat dengan kakak kelas maupun teman lainnya dari berbagai sekolah di Indonesia,serta banyak kenangan yang dijalani bersama. Tentunya segala perjuangan yang ia telah lakukan, dan waktu yang telah ia korbankan berhasil membuat dirinya bangga. Tapi, perjuangan gadis pecinta pelajaran Biologi satu ini belum selesai sampai disitu.
Setelah ia pulang dari Jakarta, tepatnya pada hari sabtu, tanggal 11 November 2023. Kirana dihadapi dengan jadwal PAS yang sudah dekat, tepatnya satu minggu lagi. Tentunya hal tersebut sangat membebankan gadis yang baru pulang dari perlombaan itu. Ia harus segera mengerjakan tugas-tugas susulan materi yang tertinggal. “Pastinya aku sangat kesulitan karena memang dari awal udah banyak dispensasi jadi harus ngejar materi yang bikin aku juga kurang tidur sampe bikin kantong mataku makin item” Tutur gadis berambut pendek itu. Tentu rasa lelah tersebut tidak boleh mengalahkan dirinya, Kirana tetap semangat dalam memperbaiki nilai akademik yang ia sempat tinggalkan demi mengikuti perlombaan di Jakarta tersebut. “Usaha nggak akan menghianati hasil, kalau kalian effort banget dalam perlombaan pasti hasilnya nggak akan sia-sia, dan pasti akan mendapat hasil yang sebanding dengan apa yang kalian jalani” tutur Kirana mengakhiri wawancara sore ini. (nda)

