“Walaupun hasilnya belum memuaskan, namun perjuangan yang lancar sentosa dan pengalaman di setiap proses kerja kerasnya latihan. Membuat kegagalan ini tak menjadi akhir dari perjalanan ku di dunia basket” tutur Anak Agung Ratu Dyah Sadwika Garba.
Hanya sampai 8 besar, tidak memutuskan semangat atlet basket putri bernama Anak Agung Ratu Dyah Sadwika Garba untuk memupuk impian dan semangatnya dalam mengikuti turnamen basket. Setiap ia melihat pertandingan basket, rasa cintanya pada basket akan bertambah drastis. Maka dari itu, melalui pertandingan basket, gadis berzodiak Scorpio ini bekerja keras untuk melatih keahliannya demi memupuk juara lewat pertandingan basket.
Gadis kelahiran 15 November 2006 ini menjadi wakil ketua ekstrakurikuler basket di masa SMAnya. Menjadi pemimpin tidaklah hal mudah. Pemimpin harus bisa mengatur, bertanggung jawab, dan mendukung dikala anggota merasa terpuruk atau kelelahan. Seperti tahun ini, Trisma Basketball Team berkesempatan mengikuti pertandingan Developmental Basketball League (DBL) 2023, sebuah pertandingan basket untuk tingkat SMA se-Indonesia. Pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu oleh atlet basket ataupun suporter tribun siswa. Hak itu lah yang membuat gadis berambut pendek ini, tak akan mungkin melewatkan pertandingan besar ini dan merangkul seluruh Trisma Basketball Team dalam menghadapi pasang surutnya perjalanan DBL.
Gadis yang kerap disapa Gung Ratu ini, memutuskan dirinya untuk terjun di Lapangan DBL, tepatnya di Gor Purna Krida. Perjuangannya di DBL tahun ini, ia terjang bersama dengan 3 rekan tim basket putri lainnya, Ni Komang Ayu Shelomitha (16), Anak Agung Ratu Dyah Sadwika Garba (16), Ida Ayu Made Nama Rupini Suputri (16), dan Cokorda Istri Tarania Nareswari (15). Gung Ratu dan rekan tim lainnya, memutuskan untuk menetapkan kerja keras dan rendah diri sebagai pegangan kuat mereka selama pertandingan basket putri 3x3 mewakili SMAN 3 Denpasar.
“Kami sudah cukup keras selama latihan. Karena kita tuh latihan dalam sehari bisa sampai dua kali. Kita juga ada latihan sore dan itu bisa saja kita sparing sama SMA lain,” ujar Gadis penyuka Sushi dan Ramen ini.
TRISMA Basket Team Putri terus berusaha dari babak penyisihan hingga sampai di delapan besar. Tentu untuk sampai di titik 8 besar, banyak kendala yang telah menimpa tim basket putri ini. Dimulai dari susahnya mereka mencari waktu untuk dispensasi dan latihan hingga sore. Terlebih lagi ketika hari pertandingan yang sudah semakin dekat, tetapi ternyata jadwal mereka bertabrakan dengan Karya Agung yang sedang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Denpasar.
“Meskipun begitu, Dua minggu terakhir, kita benar-benar fokus dan latihan nonstop, demi memantapkan latihan kami,” tegas Gadis penyuka minuman Lemon Tea ini.
Pengalaman yang paling membekas, ketika di babak penyisihan untuk masuk delapan besar. Saat itu, TRISMA Basket Team Putri melawan Kuta Utara B mendapat overtime atau penambahan waktu karena skor mereka seri, namun dengan semangat dan kerja keras, TRISMA Basket Team Putri berhasil masuk ke babak delapan besar. Suasana terik sinar sore di Lapangan Wipark membawa harapan pasrah dari tim trisma. Ditambah lagi dengan fisik dan mental yang sudah sangat lelah. “Astungkara-Nya setelah perjuangan keras, kita menang dan dapat lolos masuk ke babak delapan besar,” ujar siswi XI Mipa 4 itu.
Setelah berhasil lolos, mereka pun berlatih lebih keras lagi setiap harinya. Sangat disayangkan, TRISMA Basket Team Putri tidak lolos empat besar karena kekalahan mereka melawan SMAN 2 Kuta Selatan dengan skor 2:3. “Walaupun hasilnya belum memuaskan, namun perjuangannya lancar sentosa,” tegas Gung Ratu.
Tidak masalah seberapa buruknya keadaan, selalu ada waktu untuk bangkit kembali. Dibalik kekalahan pastinya ada beberapa momen menarik. “Salah satu momen menariknya, ada pas kita latihan-latihan bareng. Kita habis latihan tuh’ pasti kita nyari makan bareng, kita sih ketawa ketawa sama bercanda di jeda latihan. Intinya kita di waktu istirahat, seru-seruan,” ungkap gadis yang akrab dipanggil Gung Ratu ini.
“Lebih rajin latihan untuk kedepannya” merupakan salah satu motivasi bagi TRISMA Basket Team untuk bangkit dari keterpurukan. Sebagai penutup, salah satu motivasi dari atlet basket putri ini yang selalu ia terapkan adalah selalu berusaha sekuat mungkin demi mencapai keinginan kita. (dcl)

