Bak kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Begitu pula dengan A.A. Ngurah Gandi Adi Pranata (17). Tekad yang kuat membuatnya melangkah maju tak takut akan kegagalan.
“Masalah jangan di bawa pikiran, tapi ditangani,” merupakan prinsip laki-laki berzodiak libra satu ini. Bermodalkan motivasi yang tumbuh dari dalam diri serta salah satu temannya, menjadi langkah awal Gandi membulatkan tekadnya untuk mengikuti lomba BFI (Badung Festival Inovasi) Tahun 2023. Lomba ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Badung. Diselenggarakan pada tanggal 1 Maret – 31 Mei, hadiah belasan juta yang ditawarkan dari lomba BFI memantapkan hati Gandi untuk mengikuti lomba ini.
Meraih prestasi tentu tidaklah mudah. Siapa sangka dalam waktu kurang lebih 10 hari dan berdekatan dengan jadwal UAS, penelitian yang dikerjakan Gandi beserta timnya mampu diselesaikan. Berbagai cobaan dan rintangan menghampirinya selama meneliti. “Diawal pengumpulan bahan masih aman, tapi pas ada proses perendamannya itu lama dan rintangan yang lainnya di pengujian, alat kita masih terbatas, kurang efektif,” tutur pria yang saat ini masih menempa pendidikannya di SMAN 3 Denpasar. Mulai dari les, belajar, dan meneliti dari pagi hingga matahari terbenam sudah menjadi suatu kebiasaan bagi pecinta es teh jeruk satu ini.
“Waktu lomba aku cuma bisa nyentuh buku dikit doang, jadi mending aku tanya-tanya temenku gimana rumusnya, diimbangi juga sama pengerjaan lombanya. Intinya aku selalu berpikir ganda,” jelas sosok pendiam satu ini. Ada kalanya Gandi merasa kurang fokus. Waktu tidur dan main pun ia korbankan demi menyelesaikan penelitiannya. Usaha, waktu, serta tenaga yang dikerahkan olehnya selama ini tak sia-sia dan akhirnya membuahkan hasil. “Di jam 12 pas makalahku belum selesai sepenuhnya. Suasananya hectic banget dan untungnya kita berhasil kumpulin,” ungkapnya.
Gandi jelas tahu bahwa menyelesaikan makalahnya dalam waktu singkat dan padat tak semudah yang dibayangkan. Walau dilanda dan dihiasi dengan kesibukannya, pria kelahiran 8 Oktober 2005 ini tidak merasa takut, justru semangatnya kian membara. “Kalau masalah kegiatan yang lain aman, walaupun nangis darah,” ujarnya sembari tersenyum. Besar harapan Gandi bahwa penelitiannya mendapat hasil yang maksimal. “Jangan takut mencoba, tetap gas. Kalau gagal, simple, cari lomba lain yang cocok dengan skillmu,” tutupnya. (np)

