Melihat sang kakak yang terjun di dunia fotografi, menjadi awal mula I Dewa Made Bayu Samudra tertarik berkecimpung di dunia yang sama. Hobi baru yang ditekuninya itu, berhasil menghantarkan Bayu mengantongi segudang prestasi.
"Awalnya dari kakakku yang memang dia sekolah di TI (Teknologi Informasi –red). Jadi dia belajar foto, videografi juga. Jadinya aku ngikut,” tutur I Dewa Made Bayu Samudra saat menceritakan awal mula dirinya berkecimpung dalam dunia fotografi. Bukan karena suka memotret. Pria yang akrab disapa Bayu ini justru lebih menyukai proses editingnya. Suka bermain warna menjadi alasan Bayu lebih menikmati proses editing. Menurutnya, kesan estetika dari sebuah foto didapat melalui goresan warna.
Ketika masih duduk di bangku SMP, Bayu mengaku hobi fotografi yang digelutinya hanya sekadar untuk kesenangan belaka. Namun lambat laun, siswa SMK TI Bali Global Denpasar ini mulai lebih mengasah dan mengembangkan bakatnya di bidang fotografi. Selain belajar teknik foto dari sekolah, Bayu juga mendalami ilmu fotografi dengan belajar melalui video di youtube, juga hunting foto bersama teman-temannya.
Pria kelahiran Denpasar, 19 November 2003 ini kemudian mulai aktif mengikuti berbagai lomba fotografi. Putra dari pasangan I Dewa Gede Oka Murjana dan Ni Kadek Sudiartini ini mengungkapkan bahwa ia kerap kali harus mengorbankan waktu istirahatnya. Terlebih lagi kala ia mengikuti lomba saat magang, membuatnya harus rela memangkas waktu tidurnya.
Bak kata pepatah, "Usaha tidak akan mengkhianati hasil". Ketekunan dan pengorbanan Bayu terbayarkan dengan berbagai prestasi yang berhasil ia raih. Adapun sederet prestasi yang telah diraih Bayu, antara lain Juara 3 Lomba Fotografi Biosensor 1.0 Biologi Itera, Juara 2 Lomba Fotografi dx.com 2021 Malang, Juara 2 Fotografi UFONITY Udayana, Juara 2 Lomba Fotografi Economic Journalistic Competition (EJC) Universitas Udayana, dan masih banyak lagi.
Selain itu, menggeluti jurusan DKV (Design Komunikasi Visual) membuat pria yang juga gemar menggambar ini kerap menghiasi masa SMK-nya dengan menoreh prestasi di bidang design. Antara lain Juara 1 Lomba Poster di Universitas Bali Internasional, Juara 1 Lomba Poster Pengolahan Limbah Politeknik Surabaya, dan Juara 1 Lomba Poster Research Educatiom Festival 2022.
Setiap mengikuti lomba, pria berusia 18 tahun ini mengaku tak pernah merasa gugup. Upaya dan proses panjang yang ia lalui senantiasa sukses membuatnya yakin dengan hasil karyanya. "Aku gak pernah insecure sama karyaku. Intinya yakin aja biar menang. Buat karyanya jangan setengah setengah, totalitasin " ungkap Bayu saat dihubungi via daring, Kamis (9/6).
Meski terkadang merasa kesal jika tidak mendapat juara saat lomba, Bayu tak mau ambil pusing. Sebab bagi pria berzodiak scorpio ini, berkompetisi bukan hanya perkara memperebutkan juara. Namun ada pengalaman dan relasi yang didapat. Melalui berbagai lomba yang diikuti, ia dapat membandingkan kualitas karyanya dengan peserta lain. Serta melihat karya dari fotografer profesional dan creator lainnya untuk menambah inspirasi. Sehingga dapat mengetahui dan memperbaiki kekurangan dari karyanya sendiri.
Motivasi dari keluarga dan dukungan sang kekasih menjadi penyemangat pria penyuka anjing dan kucing ini dalam menorehkan berbagai prestasi. Serta dirinya yang selalu menikmati proses editing dan keseruan hunting foto bersama teman-temannya. Di penghujung obrolan, pria yang semasa kecil pernah bercita-cita menjadi astronot ini tak lupa membeberkan hal yang selalu menjadi pegangan dan ia tanamkan dalam diri. “Kalau ngelakuin sesauatu, maksimalin dulu. Nanti hasilnya belakangan. Dan jangan pernah puas pada hasil yang diperoleh. Selama masih muda, belajar aja banyak hal. Jangan terpaku sama hal hal itu aja, " pesannya.

