Rasa jenuh yang menghampiri Dhina kala pandemi, justru mendatangkan ide cemerlang tuk mulai merintis karir bisnis. Gadis berparas ayu itu nekat terjun ke dunia bisnis dengan bekal seadanya. Segala kendala yang ditemuinya justru dijadikan acuan agar bisa terus maju.
Di penghujung Juni, akun sosial media milik Kadek Dhina Riani Putri atau yang lebih akrab disapa Dhina penuh dengan promosi usaha yang baru dibukanya. Rasanya, gadis yang berusia 17 tahun itu tak mengenal rasa letih tatkala mempromosikan bisnisnya yang bergerak di bidang fashion. Kala itu, jemari lentiknya terus berkutat pada telepon pintar, berusaha mengenalkan produk-produk Your.Heavenly, brand bisnisnya. “Awal mulanya karena merasa jenuh. Tidak memiliki pemasukan. Akhirnya mencoba untuk bereksperimen,” aku Dhina. Mengambil peluang yang muncul akibat pandemi, gadis berzodiak Gemini itu berinisiatif untuk menjual masker mulut tiedye. Menariknya lagi, motif masker yang ditawarkannya memang tengah digandrungi khalayak umum, khususnya para remaja. Tak hanya itu, gadis asal Singaraja itu juga menjual daster serta scruncies.
Ketika merintis usahanya pun Dhina tak ingin merepotkan kedua orang tuanya. Modal usahanya pun diambil dari uang tabungan yang telah dikumpulkannya. Tak sedikit pun terbesit di benak Dhina untuk membebani orang tuanya dalam proses bisnisnya. Malah, sebetulnya apa yang tengah dijalaninya saat ini semata-mata untuk meringankan beban yang dipinggul orang tuanya. “Mengingat penghasilan orang tua saya menurun, terketuklah hati saya untuk meringankan beban kedua orang tua saya. Akhirnya setelah melewati pemikiran panjang, saya memutuskan untuk membangun sebuah usaha di bidang fashion,” tutur gadis kelahiran Denpasar tersebut. Menurut gadis bungsu itu, “Tidak ada penghargaan yang lebih tinggi di dunia ini, melebihi ungkapan bangga orang tua kepada anaknya.”
Siapa sangka, usahanya kini telah menghasilkan keuntungan yang cukup bagi dirinya. “Astungkara ada saja pembeli yang membeli beberapa produk yang saya jual. Sudah balik modal tetapi saya terus memutar uang tersebut dengan menciptakan beberapa produk dengan jenis yang berbeda,” jelas Dhina. Di balik itu, acap kali gadis penyuka warna lilac itu terkendala dalam pembagian waktu sekolah dan urusan usahanya. Dhina masih terus belajar untuk mengimbangi bidang-bidang yang ditekuni. Tak lupa, berbagai platform online dimanfaatkannya untuk semakin mengembangkan usahanya. “Dengan adanya jejak digital ekonomi ini dapat membantu saya dalam usaha mempeluas bidang pemasaran atau promosi. Jadi penyebaran informasi lebih mudah dan cepat,” aku gadis berambut panjang itu (dyt).

