Penuh semangat untuk melestarikan kebudayaan dan berprinsip untuk selalu berkarya. Bangkit, bangkit, dan bangkit, kini hasil yang baik telah digenggamnya. Ni Putu Vira Ambara Dewi tak pernah berhenti melakukan yang terbaik.
Menggeluti seni tari dan tampil gemulai di atas panggung dengan jari-jari lentiknya sudah dilakoni gadis kelahiran Denpasar, 15 Februari 2004 yang satu ini sejak belum masuk taman kanak-kanak. Sadar akan pentingnya melestarikan budaya daerah, Vira mengaku sangat bangga dapat menjadi salah satu penerus seni tari Bali. “Udah diajarin sejak belum masuk tk, ternyata malah suka dan jadi kebiasaan. Bangga juga punya skill tari meskipun sedikit,” ujarnya merendah.
Ketekunannya sejak masih sangat dini tentu memberi hasil yang sangat baik. Penggemar boy band Korea EXO ini bahkan sudah meraih banyak juara tari sejak masih duduk di bangku SD. Dengan tekad dan niat, minatnya di bidang tari semakin mulus dan terus ditekuni hingga SMP. Sering pergi mewakili sekolah, gadis bertubuh ramping ini meraih juara 2 lomba tari Sekar Jempiring tingkat Kota Denpasar. Seolah tak puas, penyuka warna baby pink ini turut mencicipi bidang lain seperti yoga, senam, hingga kepramukaan. Ia pun sukses meraih juara 2 Yoga Asanas tingkat Provinsi Bali, juara 1 Yoga Asanas tingkat Kota Denpasar, dan juara 3 lomba Senam Pramuka tingkat penggalang. Tak hanya itu, gadis berkulit kuning langsat ini pun aktif dalam bidang paskibra. “Aku rasa ini waktu untuk jadi aktif, jadi aku push untuk masuk di banyak hal meskipun ya harus rela capek. Kalau latian paskib, ya harus rela jadi hitam,” tuturnya.
Dengan suport dan dukungan penuh dari orang tua, hingga kini gadis penyuka minuman lemon ini masih terus bergerak dalam seni tari. Sebagai contoh keaktifannya, gadis 16 tahun ini pernah di beri kepercayaan sebagai pemeran utama dalam tari kontemporer pada perayaan bulan bahasa SMAN 3 Denpasar pada 2019 lalu. Tak hanya itu, ia juga mendapat kesempatan sebagai personil penari tari kebesaran SMAN 3 Denpasar yakni Tari Trisemaya pada perayaan HUT SMAN 3 Denpasar ke-43 beberapa waktu lalu. Seni tari sudah begitu lekat dengan kehidupan gadis berambut panjang ini. Generasi muda memegang kendali penuh dalam membawa nama bangsa. Jati diri anak bangsa harus diperkuat dengan senantiasa menjaga kekayaan budaya nusantara. Selagi masih ada tenaga dan kemampuan, teruslah bergerak maju ke depan.

