Melestarikan Bahasa Bali, nampaknya bukan persoalan serius bagi sebagian besar generasi muda. Bahkan tak jarang dianggap kuno, ketinggalan jaman. Kebanyakan remaja hanya menggunakan Bahasa Indonesia maupun bahasa asing sebagai bahasa pergaulan, dan meninggalkan bahasa daerah. Namun lain halnya dengan Rama.
I Gede Sulaba Rama atau yang kerap disapa Rama ini adalah salah satu diantara kita yang masih peduli dengan perkembangan Bahasa Bali. Remaja kelahiran Denpasar, 3 Juni 2004 ini kian menempuh pendidikan di SMAN 3 Denpasar. Setiap harinya, Rama tak luput dari penggunaan Bahasa Bali. “Dirumah saya berbahasa Bali, disekolah juga saya berbahasa Bali dengan teman-teman” tuturnya. Memasuki kelas 11, berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik telah diraihnya.
Putra dari Alm. I Nengah Laba Udiana dan Ni Nyoman Nyambleh ini telah mengukir sejumlah prestasi di bidang Bahasa Bali, bahkan di tahun pertamanya bersekolah di SMAN 3 Denpasar. Salah satunya, menjadi Juara 3 Lomba Macepat Kategori Remaja Tingkat Kota Denpasar. Sejak di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia sudah menekuni bidang ini, hingga berhasil meraih Juara 1 Lomba Macepat SMANGI FESTIVAL 2018 dan Juara 3 Lomba Dharma Wacana Kab. Badung 2018. Baginya, penting untuk memiliki bekal dalam perihal kebudayaan. Sejauh ini ia mengaku merasa senang sekaligus bangga dapat bergelut di bidang ini dan ingin terus menekuninya.
Ingin terus menginspirasi, Rama turut aktif di kegiatan kepramukaan, bahkan dirinya berhasil meraih Juara Harapan 2 Lomba Senam Pramuka Se-Bali, dan Juara 2 Pionering Meja Makan PTC 2018 semasa SMP. Seakan tak puas dengan itu, penyuka Babi Guling ini bahkan aktif mengikuti club kebumian di SMAN 3 Denpasar. Pembelajaran di kelas pun diikutinya dengan aktif. Terbukti, semasa menempuh SMP ia tak pernah melepaskan peringkat 3 besar. Ia pula sempat menekuni bidang KIR dan baris-berbaris. Tetapi tak hanya menyibukkan diri dengan belajar dan mengikuti berbagai perlombaan, Rama kerap mengisi waktu senggangnya dengan bermain sepakbola atau berolahraga dan membaca buku. Ia juga mengaku, sering mendapati dirinya menenangkan pikiran dengan pergi ke alam seperti sawah.
Sebelum memasuki jenjang SMA ini, Rama bersekolah di SMPN 2 Abiansemal dan menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Legian. Rama mengaku, ia bercita-cita kelak memasuki Akademi Kepolisian (Akpol). Namun, disamping itu Rama juga memiliki rencana untuk memasuki Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Terlepas dari keinginanya itu, Rama hingga sekarang masih menekuni sastra Bali. Ia berharap, agar remaja dapat melestarikan Bahasa Bali disamping mempelajari bahasa asing. Baginya, kita harus menggunakan Bahasa Bali ini sebagai bahasa pergaulan, dan dengan itulah lama kelamaan Bahasa Bali akan hidup kembali. “Mulailah dari diri sendiri, karena kalau bukan kita, siapa lagi?” ujarnya (scy).

