"Setiap anak punya keunggulannya masing-masing. Anak bisa pilih mau jadi kayak orang tuanya atau ambil jalan sesuai keinginan," kata N. Trikuriosi Damiari(16).
Tumbuh besar dalam keluarga dengan mayoritas berprofesi sebagai tenaga medis, yakni dokter, membuat N. Trikuriosi Damiari beberapa kali merasa terbebani. Ayah dan dua orang kakak perempuannya terjun mempelajari seluk beluk kesehatan. Bukan lagi perkiraan, namun memang Osi, sapaan akrabnya, diharapkan akan menjadi seorang dokter kelak. "Dari SD mulai bahas-bahas dokter. Trus banyak tau kalau kebanyakan anak dokter pasti ikut juga jadi dokter," tutur gadis kelahiran 30 April 2002 ini. Kala itu memang Osi masih bimbang akan kemana langkahnya kelak. "Jadi aku mikir, 'oh pasti aku bakal disuruh jadi dokter nanti'," imbuh remaja penyuka warna abu-abu. Osi pun kerap diminta meraih peringkat terbaik dalam belajar, tetapi belum mampu diwujudkannya.
Sejak kecil, di samping sekolah dan jadwal bimbingan tambahan, hari-hari dara berzodiak Taurus ini diisi dengan melenggang indah di atas panggung. Ya, Osi hingga kini dikenal sebagai seorang model. Memang jauh dari citra seorang dokter. Akan tetapi, anak ketiga dari lima bersaudara ini begitu menyukai dunia yang telah ia tekuni sejak kecil, bahkan bakatnya terbilang mumpuni bila menengok sepak terjangnya. Ditambah lagi, cita-cita yang terbesit dalam pikirannya, yaitu desainer, boleh dikatakan selaras dan terdapat keterkaitan dengan dunia modeling serta hobi dalam hal melukis. Hingga suatu waktu, hal yang tak disangka terlontar dari ayahnya. "Tiba-tiba dibilangin 'Osi sekolah desain mode aja, kayaknya lebih cocok, kan Osi suka model'," ucap putri pasangan I Wayan Suranadi dan Ni Putu Artani. Dari situ, ia girang bukan kepalang, perasaannya sedikit lega.
Meskipun terkadang ia merasa tuntutan itu masih berlaku, namun kini Osi memiliki ruang dan kesempatan untuk meraih mimpinya. Ia ingin menunjukkan bahwa setiap anak berhak menjadi apa yang mereka inginkan. Anggapan masyarakat terkait anak yang otomatis mengikuti jejak orang tua, Osi merasa perlu dirubah. "Sekarang emang belum aku tunjukkan, tapi aku akan coba," katanya. Ia percaya contoh yang diamatinya sedari dulu dapat mengantarkannya pada kesuksesan yang sama, walau dengan jalan berbeda. (rik)

