Semasa kecil itu aku orangnya penakut, bahkan dalam masalah sepele. Tapi ketika aku terpikat dengan dunia seni teater, rasa takutku mengikis.
Siapa sangka, truna yang akrab disapa Bob ini awalnya adalah sesosok orang yang penakut. Ketika berusia 14 tahun pemuda dengan berkulit putih ini sering kali merepotkan kakeknya dalam urusan hobi. Sebab, saat duduk di bangku kelas 8 SMP, ia ditinggal jauh oleh orangtuanya sehingga ia harus tinggal bersama kakeknya. "Saat itu, orangtuaku ada tugas diluar, jadi untuk tinggal sementara harus tinggal sama kakekku", ucap I Putu Bagus DharmaYudha Putra (16).
Awalnya, Yudha menyukai olahraga bulutangkis. Semenjak menginjak SD, ia sudah mampu bermain bulu tangkis secara dasar. Sayangnya, ketika masa - masa jaya, Yudha harus berhenti melangkah dalam mengikuti mimpinya. Alasannya kecil, tapi buatnya sangat berarti. "Waktu itu, kakekku yang sering kali tak ajak ke gor, sudah nggak bisa anterin aku lagi sayangnya. Mau nggak mau, ya aku harus lepaskan", jelasnya. Ia pun terpaksa gigit jari karena tidak dapat menguji kemampuannya yang telah dilakoni sejak SD. "Tapi gara - gara itu juga, aku sekarang bisa menjadi sosok Yudha yang baru" tutur Bob dengan raut senyum kecil.
Alhasil, setelah perjuangan yang ditorehkan, pada tahun 2017, ia meraih juara 3 dalam lomba Drama Modern Se Bali untuk perdana. "Walaupun itu lomba perdanaku, tapi aku syukur. Soalnya dalam seni teater itu menurutku nggak ada pemenang. Sebab, seni itu tidak terbatas." terang laki - laki yang gemar memakan nasi goreng ini.
Meskipun gagal dalam olahraga bulu tangkis, tidak menyurutkan rasa semangat dalam mencoba. Sebaliknya, ia menjadikan kenangan pahit itu menjadi gong kebangkitan. Kadangkala, berkat membuat dirimu menjadi malapetaka. Tapi tidak tutup kemungkinan juga, malapetaka bisa berubah menjadi sebuah berkat yang akan dikenang semanjang masa hidup. (das)

