HUT Trisma ke-47. Momen yang paling dinanti oleh seluruh warga SMA Negeri 3 Denpasar. Tahun ini, Trisma mengusung tema “Masiha Samasta, Parama Ulangun”, yang dimaknai sebagai perwujudan Cinta Kasih, Kuasai Ilmu Pengetahuan, Perkuat Karakter, dan Raih Puncak Prestasi. Rangkaian kegiatan HUT dilaksanakan sejak tanggal 5 Januari 2024 hingga puncak acara, tanggal 17 Januari 2024.
Rundown acara HUT Trisma ke-47 dimulai dari pukul 07.00 WITA diisi selingan hiburan band dari para guru. Pukul 08.00 WITA kegiatan dimulai dengan pembukaan EXPO oleh Ibu Ni Kadek Dwi Rustinawati, S.Pd, M.Pd, selaku kepala sekolah dari SMA Negeri 3 Denpasar. Dilanjutkan dengan pameran P5 dari kelas 10. Diantaranya ada kerajinan, pengolahan, rekayasa, budidaya tanaman, dan budidaya hewan. Tak hanya warga sekolah yang ikut memeriahkan, banyak alumni yang datang untuk ikut memeriahkan acara HUT dari sekolah tercinta kita ini.
Pementasan Gelar Budaya yang diadakan oleh ekstrakurikuler Budhi Citta Sandhi, Sunari Kencana, dan juga Teater Tiga Trisma menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara puncak HUT Trisma ke-47 ini. Tema gelar budaya berbeda-beda dari setiap HUT SMAN 3 Denpasar. Tema Gelar Budaya kali ini yaitu Gana Astawa. Bercerita mengenai Dewi Uma yang dikutuk menjadi Dewi Durga karena gagal dalam ujian kesetiaannya kepada Dewa Siwa. Persiapan yang intens telah dilakukan selama tiga minggu terakhir. Gus Ari (17) selaku ketua ekstrakurikuler Budhi Citta Sandhi atau yang lebih populer disebut “Bangken Dongkang” angkatan 46, menyebutkan bahwa latihan dilakukan tanpa henti selama 3 minggu terakhir. “Momen yang paling berkesan saat kita berkumpul sih, latihan maupun pementasan,” ungkap remaja berusia 17 tahun itu.
Tak hanya ekstrakurikuler Budhi Citta Sandhi, Sunari Kencana pun berlatih dengan giat untuk mementaskan Tari Trismaya dengan sempurna. Tari Trismaya merupakan tari kebanggan Trisma yang hanya dipentaskan saat HUT Trisma. Untuk menampilkan yang sempurna, para penari angkatan 46 dan 47 diseleksi oleh para penari angkatan 45. “Setelah mendapatkan 6 penari dari akt 46 dan 47, kemudian kita mencari 3 penari laki-laki dari Ekstra Tabuh,” ucap Ni Putu Bunga Cantika Dewi (16) selaku ketua dari ekstrakulikuler Sunari Kencana angkatan 46. Menurut Bunga (16), kesuksesan dalam sebuah pertunjukan tarian ketika ekspresi dan gerak para penari kompak dalam menarikan Tari Trismaya.
Urai I Putu Dendy Yudita Pratama, sebagai kepala seksi bidang budaya mengatakan bahwa ia harus memastikan persiapan dengan baik. Dimulai dari lengkapnya jumlah penari, stage panggung yang harus disiapkan dengan kokoh dan baik. Datang dan bekerja sama dengan beberapa butik baju untuk menyewa pakaian dan kostum penari. Belum lagi dengan persiapan latihan yang sangat singkat dan mepet. Namun dibalik rasa lelah mengurus semua hal, Dendy mengaku ia puas melihat pertunjukkan gelar budaya yang sudah tampil dengan baik tanpa kekurangan satu pun. “Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan dedikasinya, terutama untuk ketiga ekstra tersebut. Baik dari Sunari Kencana, Budhi Citta Sandhi dan Teater 3 yang saling bekerja sama mempersiapkan yang terbaik tengah waktu yang singkat,” kata nya saat diwawancarai oleh Tim Madyapadma, (19/1).
Melihat rangkaian acara HUT Trisma ke-47 yang sangat padat, antusiasme dari warga sekolah bahkan alumni tak pernah pudar. Datang kembali ke sekolah, tempat mereka dahulu menimba ilmu. Bersapa ringan dengan guru dan angkatan serta melihat banyak pertunjukkan saat acara. Melepas rindu dengan setiap sudut lingkungan sekolah. Menurut I Nyoman Bayu Ariyoga (30), rencana awal ini adalah kegiatan yang dilakukan secara sederhana. Ternyata atensi dari alumni, siswa bahkan dari orang tua siswa itu sangat besar. Meskipun tidak mengundang pejabat seperti tahun lalu perayaan ulang tahun Trisma cukup besar tidak seperti ekspektasi awal yang sederhana. Apalagi para alumni yang sangat antusias. Banyak sekali alumni yang memberikan bantuan.
Pendapat yang sama juga diberikan oleh koordinator sie acara, Kadek Dian Karenina Dewi. “Jika dilihat dari sudut pandang orang lain, mungkin pelaksanaan HUT kemarin menjadi perayaan HUT yang lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya. Namun bagi saya setiap tahun dan setiap generasi memiliki masanya sendiri. HUT tahun ini menjadi sejarah dimana adanya suatu pagelaran budaya yang hanya latihan kurang lebih 2 minggu dari puncak acara. Saya begitu salut dengan semangat dan dedikasi teman-teman, kakak-kakak, adik-adik serta rekan-rekan Pengurus OSIS Angkatan 46 Trisma,” tuturnya dengan bangga.
HUT Trisma ke-47 tidak hanya menjadi perayaan yang merayakan sejarah sekolah, tetapi juga menyatukan generasi dengan kehangatan kenangan. Dengan antusiasme yang melibatkan tidak hanya siswa dan guru, tetapi juga partisipasi aktif dari para alumni, acara ini menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan sekolah tercinta. Meskipun menghadapi kendala fisik dan waktu yang terbatas, semangat dan dedikasi para panitia, anggota ekstrakurikuler, serta semua yang terlibat dalam perayaan ini, mampu menghadirkan pagelaran budaya dan expo kreatif yang mengesankan. HUT Trisma ke-47 bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga catatan indah dalam sejarah sekolah yang penuh semangat dan kebersamaan. (chy/dcl/trn)

