Tak asing lagi bagi kita mendengar kata “Duta”. Tidak semua orang dapat menjadi seorang duta. Pemilihan seorang duta diselenggarakan dengan serangkaian proses seleksi yang ketat. Mengingat tanggung jawab yang dipikul nantinya, sehingga duta tidak boleh asal dipilih.
Tepat pada hari Selasa (12/12), PMR (Palang Merah Remaja) dan KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba) Trisma mengadakan pemilihan Duta KSPAN tahun 2023/2024 dengan tema Sempurna “Semangat mewujudkan siswa siswi berkualitas tanpa seks berisiko dan narkoba”. Tentunya seleksi untuk menjadi seorang duta tidaklah mudah. Kriteria seorang duta antara lain Beauty, Brain, dan Behaviour. Hingga ditentukan kelima finalis yang berhasil lolos dan menunjukkan bakat serta visi dan misi masing-masing untuk menentukan siapa yang layak menjadi Duta KSPAN 2023/2024.
“Seleksi dimulai dari tanggal 29 November 2023, yaitu tes tulis. Lalu, dari tes tulis itu terpilih 10 Duta yang lolos, selanjutnya 30 November 2023, bagi yang lolos 10 besar, lanjut tes wawancara. Dari hasil tes wawancara itu, dipilih 5 besar Duta KSPAN dan lanjut di grand final,” ujar finalis ketiga duta KSPAN yang kerap disapa Dewa Ayu (15). Kelima finalis yang maju dan melanjutkan langkahnya di babak grand final diantaranya, Ni Wayan Nia Ardina Maharani (15), Ni Wayan Alya Pradnya Iswari (15), Dewa Ayu Mayastri Karunia Primadani (15), Ni Kadek Erlita Krisna Satyani (15), dan I Nyoman Rama Brahmantya Fajar Niarta (15).
Selanjutnya, Grand Final dilaksanakan tepat di gedung Widyaka Budaya (Workshop) SMA Negeri 3 Denpasar. Dimulai dari menyiapkan materi tutor sebaya, minat/bakat serta materi mengenai KSPAN (HIV/AIDS, narkoba dan jenis lainnya). Pelaksanaan Grand Final sekaligus menjadi ajang penentuan siapa yang akan melanjutkan langkah menjadi seorang Duta KSPAN 2023/2024.
“Memperkaya pengalaman, karena menurut saya menjadi seorang Duta KSPAN merupakan awal yang baik untuk berorganisasi dan dapat menjadikan remaja yang bisa memberikan sebuah kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar,” ujar Dewa Ayu, gadis kelahiran 2008 ini. Dengan Visi mewujudkan siswa peduli AIDS dan narkoba yang berintegritas dan profesional agar terhindar dari HIV/AIDS dan narkoba serta misi untuk mengembangkan dan mengoptimalkan program kerja KSPAN menjadikan pegangan untuknya dalam mengikuti grand final duta KSPAN.
Dengan serangkaian perjalanan selama 14 hari (29 November 2023-12 Desember 2023) dari seleksi hingga grand final. Akhirnya ditetapkan, Dewa Ayu Mayastri Karunia Primadani (15) sebagai Duta KSPAN tahun 2023/2024. “Perasaan saya amat senang dan luar biasa bahagia. Pesan saya semoga dengan terpilihnya saya beserta teman-teman saya menjadi Duta KSPAN Trisma 2023/2024, kami dapat meneruskan program kerja Duta KSPAN serta dapat membuat suatu ide-ide atau gagasan baru yang terbaik untuk sekolah dan masyarakat,” tutur Dewa Ayu (15) sebagai pesan dan harapan.
Ni Ketut Cinta Ayu Cahyanti (16), salah satu finalis Duta KSPAN tahun 2022/2023, mengungkapkan, “Saya sangat bersyukur telah menyelesaikan satu tahun masa jabatan bersama teman-teman yang sangat mendukung dan berproses bersama disini.” ujar Cinta (16) terkait masa purnabakti Duta KSPAN 2022/2023. Setelah menyelesaikan masa tugas dari Duta KSPAN 2022, Cinta (16) berkeinginan untuk memfokuskan dirinya pada kepengurusan ekstrakurikuler PMR KSPAN Trisma. Membuat beberapa video edukasi mengenai HIV AIDS, kesehatan reproduksi, dan topik lainnya merupakan pengalaman yang menarik bagi Cinta (16) selama menjabat sebagai Duta KSPAN, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi semua orang. Siswi kelas XI MIPA 3 ini berpesan kepada Duta KSPAN 2023 untuk dapat berpartisipasi dan berkoordinasi dengan baik untuk mengharumkan nama KSPAN Trisma dan berharap adik-adik Duta KSPAN 2023 Trisma dapat menjalankan semua program kerja dengan sebaik mungkin.
Terdapat beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan selama bulan Desember ini. Diawali dengan dengan peringatan hari “World AIDS Day” dimana KSPAN Trisma mengikuti lomba Jingle dan meraih Juara 1. KSPAN Trisma juga melaksanakan kegiatan di sekolah dengan cara penyebaran pita merah dan penandatanganan spanduk oleh ibu kepala sekolah, guru-guru, serta seluruh warga sekolah. Spanduk tersebut secara tegas menyatakan persetujuan bahwa orang yang mengidap HIV/AIDS tidak sepatutnya dijauhi. Program kedua di bulan ini adalah Duta KSPAN 2023. Mereka juga turut serta dalam kegiatan penanaman pohon di Batur dengan hasil yang memuaskan, menunjukkan komitmen mereka terhadap lingkungan.
Berbagai prestasi telah diraih oleh ekstrakurikuler PMR KSPAN, diantaranya “Menjadi KSPAN Teladan,” se-Kota Denpasar. Dan juga yang baru-baru ini meraih juara satu di lomba jingle se-Kota Denpasar. “Semangat, semoga kalian betah di naungan Duta KSPAN ini, semoga bisa bekerja sama dengan organisasi lain yang ada di sekolah dan luar sekolah,” ucap Putu Eka Putri Swandewi (17) selaku ketua KSPAN angkatan 46. (trn/chy/dcl)

