Dalam balutan seragam olahraga, siswa SMAN 3 Denpasar nampak berhamburan di sekitar lapangan voli. Menyerbu tiap stand yang mencuri perhatian mereka dalam acara Expo Kewirausahaan Trisma 2022, Sabtu (15/1).
Sebanyak enam stand nampak berjejer rapi di area lapangan voli SMAN 3 Denpasar. Yang tak rapi ialah barisan para pengunjungnya. Mereka begitu antusias, menyerbu dagangan para wirausaha muda Trisma (SMAN 3 Denpasar –red) dalam event Expo Kewirausahaan Trisma 2022. Setelah vakum setahun, acara ini kembali di gelar dalam rangkaian HUT Trisma ke-45, yang menjadi wadah sekaligus sarana promosi segala bentuk usaha siswa.
Sebelum resmi digelar hari ini, tercatat sebanyak 127 usaha berminat untuk andil dalam kegiatan. Namun untuk berhasil menjajakan barangnya dalam Expo Kewirausahaan Trisma 2022, ada proses seleksi yang mesti mereka lalui. “Awalnya itu ada 127 (usaha), kemudian kami seleksi, jadi ada beberapa yang mundur karena gak sanggup,” ujar Ni Kadek Anggreni selaku guru Prakarya dan Kewirausahaan SMAN 3 Denpasar.
Proses seleksi berlangsung kurang lebih sekitar tiga minggu di bulan Desember, yang meliputi tahap pembuatan video produk, presentasi produk, dan sebagainya. Dalam masa itu, 117 usaha dinyatakan gugur. Hingga menyisakan sepuluh usaha terbaik yang mampu bertahan dan lolos dari tahap seleksi. Kesepuluh usaha tersebut antara lain Samsam Guling Hohe, Jaemu Jamu, Jewel Plants, Shiva Frozen Food, Crump’s Commission, Sweet Memories, Pobby Shop, Paon Griya Ayu, Dapoer Ketut, dan Wahgung Pro Bali.
Usaha yang tak lolos tahap seleksi bukan berarti tak layak untuk dipromosikan. Namun dalam Expo tahun ini, pihak sekolah ingin memupuk mental seorang pengusaha dalam diri siswa-siswinya. Tak sebatas berjualan, namun menanamkan jiwa pantang menyerah dan mau berusaha. “Mereka semua (sepuluh usaha terpilih) itu berproses. Yang kita tanamkan di sini adalah semangat atau jiwa kewirausahaan, bagaimana pentingnya berusaha,” tegas Anggreni.
Acara Expo Kewirausahaan Trisma ini turut ditangani langsung oleh ekstrakurikuler Kopsis (Koperasi Siswa –red). Selaku ketua Kopsis, Ni Kadek Dwita Putri Suastini (18) mengatakan bahwa terdapat dua orang dari ekstrakurikuler Kopsis di setiap stand. Guna membantu sekaligus mengkoordinir usaha-usaha tersebut. Tak hanya itu, Kopsis juga terlibat dalam beberapa hal lainnya. “Design dan editing video juga kita, dokumentasi, dan pameran virtual juga kita yang nyiapin,” tuturnya.
Dalam waktu tiga jam berjalannya acara, beberapa menu dagangan telah ludes terjual. Padahal, masih ada tiga jam lagi untuk acara berakhir. Salah satunya adalah Pobby Shop, usaha yang bergerak di bidang kuliner milik Ida Ayu Komang Trisia Pradnyadewi (17). Hotang (hotdog kentang –red), corndong, dan martabak telur mini yang ia jajakan mencari incaran para siswa. Tak heran, usahanya meraup penghasilan sekitar 590 ribu rupiah dalam jangka waktu tiga jam.
Tak hanya usaha milik siswa, ada pula tenda usaha milik Koperasi Pemberdayaan Perempuan Katrisma Mandiri yang menjajakan berbagai produk, seperti sandal, tas anyaman, kain endek, makanan, dan masih banyak lagi. Acara turut dimeriahkan oleh penampilan para alumni Trisma, bersepeda bersama, serta pengundian doorprize. Kegiatan bersepeda bersama terlaksana pukul tujuh pagi, bersama guru, alumni, serta beberapa siswa, dalam rangka mengenang kembali masa-masa indah SMAN 3 Denpasar pulang-pergi mengayuh sepeda. (cit)

